Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Tunas Ridean Tbk (TURI). Foto: Tunas Group

PT Tunas Ridean Tbk (TURI). Foto: Tunas Group

Go Private, Tunas Ridean (TURI) Siapkan Dana Rp 1,3 Triliun

Jumat, 3 Juni 2022 | 17:26 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tunas Ridean Tbk (TURI), perusahaan yang bergerak di sektor penjualan dan purnajual merek otomotif, menyiapkan dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk merealisasikan rencana go private atau menjadi perusahaan tertutup.

Berdasarkan pengumuman di koran Investor Daily, manajemen perusahaan mengungkapkan dana sebesar Rp 1,3 triliun ini bersumber dari kas internal yang akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) saham.

Saat ini, jumlah saham perseroan yang beredar di publik relatif kecil sekitar 7,52% atau setara 419 juta saham dari modal ditempatkan dengan jumlah pemegang saham publik sebanyak 356 shareholders. Rencananya, TURI melangsungkan buyback saham publik pada periode 15 Juli 2022 hingga 16 Agustus 2022.

Baca juga: Perdagangan Saham Tunas Ridean (TURI) Stop Sementara, Bagaimana Dividennya?

Selain menyiapkan dana internal, TURI juga akan memanfaatkan dana eksternal alias fasilitas pinjaman jangka pendek dari bank sebesar Rp 2,7 triliun dengan outstanding sebesar Rp 428 miliar dan fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar Rp 1,9 triliun dengan outstanding Rp 697 miliar.

"Dari jumlah tersebut, yang akan digunakan untuk membiayai pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya Rp 713 miliar," papar manajemen TURI, Jumat (3/6/2022).

Perseroan berkeyakinan, pelaksanaan transaksi buyback saham ini tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perusahaan. Sebab perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk membiayai transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha.

Untuk itu, kepada pemegang saham publik, manajemen perseroan akan melakukan pembelian saham dengan harga penawaran sebesar Rp 1.700 atau 23,77% lebih tinggi ketimbang harga rata-rata tertinggi perdagangan harian BEI yakni Rp 1.374 per saham.

Pun, 31,27% lebih tinggi dari hasil penilaian harga atas saham berdasarkan penilaian penilai independen sebesar Rp 1.295 per saham. Termasuk 6.700% lebih tinggi dari tiap nilai nominal saham yaitu Rp 25 per saham.

Namun, bagi pemegang saham publik yang tidak menjual sahamnya dalam periode pembelian kembali akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup. Dengan demikian, pemegang saham publik tersebut tidak dapat lagi menjual sahamnya melalui BEI.

Adapun alasan manajemen berencana menjadi perseroan sebagai perusahaan tertutup adalah karena saham perseroan yang beredar di publik dianggap tidak aktif diperdagangkan di BEI dan relatif tidak likuid.

Baca juga: IPO Mandiri Mineral (NPII) Bidik Rp 134,9 Miliar, Tapi dari Waran Berharap Raup Rp 2,37 T

Di samping itu, manajemen juga menilai tidak memiliki kebutuhan khusus untuk penggalangan dana dari publik. Ditambah lagi, jumlah pemegang saham publik yang sangat minimal.

"Karenanya, dengan go private, para pemegang saham meyakini akan berkesempatan untuk menjual kepemilikan saham mereka dengan harga premium terhadap pasar," tambahnya.

Untuk mendapatkan restu pemegang saham terkait rencana go private ini, perseroan akan melangsungkan RUPSLB pada 12 Juli 2022 mendatang dengan membahas dua agenda. Pertama, persetujuan atas rencana go private dan kedua perubahan anggaran dasar perseroan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com