Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak dunia
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak dunia Sumber: Antara

Minyak Kian Melambung Terdongkrak Keputusan Aramco

Senin, 6 Juni 2022 | 10:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, harga minyak terpantau kian melambung pada pagi Senin (6/6/2022). Kenaikan tersebut mendapat dukungan positif dari pengumuman kenaikan harga jual Aramco bulan Juli serta sinyal positif perkembangan situasi di Tiongkok. Meski demikian, potensi tambahan pasokan dari Venezuela dan Oman membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli tujuan Asia sebesar US$2,1 per barel menjadi US$6.50 per barel, ungkap perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada hari Minggu. Kenaikan tersebut melebihi ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar US$1,5 per barel, ungkap survei yang dilakukan Bloomberg.

Aramco juga menaikkan minyak tujuan Eropa barat laut dan wilayah Mediterania sebesar US$2,1 per barel menjadi US$4,3 per barel. Sementara harga untuk pelanggan AS tetap di US$5,65 per barel atau tidak berubah untuk bulan kedua berturut-turut. “Keputusan dari Aramco tersebut menjadi sentimen positif bagi harga minyak karena biasanya OSP dari Saudi dijadikan patokan oleh produsen minyak lainnya di Timur Tengah,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Minyak Melonjak Pasca Arab Saudi Naikkan Harga Minyak Mentah

Tim riset ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga minyak, ibu kota Tiongkok, Beijing pada hari Minggu melonggarkan pembatasan dengan mengizinkan layanan makan di dalam ruangan. Selain itu, pekerjaan normal akan dilanjutkan dan larangan lalu lintas akan dicabut pada Senin di sebagian besar wilayah Beijing.

“Sinyal kembali normalnya situasi di ibu kota Beijing dan kota pusat keuangan Shanghai dalam beberapa hari terakhir memicu optimisme pemulihan ekonomi yang sekaligus berpotensi mendorong kenaikan permintaan minyak di negara importir minyak mentah terbesar dunia tersebut,” tambah tim riset ICDX.

Dari sisi pasokan, Departemen Luar Negeri AS mengizinkan dua perusahaan energi Eropa yang memiliki usaha patungan dengan perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, untuk mengirimkan minyak dari Venezuela ke Eropa, ungkap 5 sumber pada hari Minggu. Kedua perusahaan minyak yaitu Eni SpA asal Italia dan Repsol SA asal Spanyol dapat mulai mengirimkan minyaknya segera bulan depan.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 Jadi Rp 980.000 Per Gram

“Meskipun volume minyak yang dikirimkan oleh kedua perusahaan itu tidak besar, namun pemberian izin tersebut memicu harapan bagi perusahaan energi lain di Venezuela untuk dapat kembali mengirimkan minyaknya,” jelas tim riset ICDX.

Di samping itu, Oman mengumumkan telah menemukan sumber minyak baru yang akan meningkatkan produksi sebesar 50 ribu hingga 100 ribu barel dalam dua hingga tiga tahun mendatang, ungkap Menteri Energi dan Mineral Mohammed bin Hamad Al Rumhy pada hari Sabtu. Oman sendiri tergabung dalam aliansi sekutu OPEC dan sekaligus merupakan produsen minyak asal Timur Tengah terbesar di luar OPEC.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$125 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$115 per barel,” tutup tim riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com