Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grafik Perkembangan Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun

Grafik Perkembangan Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun

Intip Yuk! Perkembangan Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun

Senin, 6 Juni 2022 | 17:07 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga Bitcoin dulunya bahkan tidak lebih dari Rp14.000. Bagaimanapun, berbagai peristiwa telah mempengaruhi perkembangan harga Bitcoin dari tahun ke tahun.

Dilansir dari Pintu Academy, Chetan Chawla, Asisten Profesor di North College Naperville yang mempelajari tentang cryptocurrency dan blockchain, mengemukakan bahwa sebenarnya konsep Bitcoin pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada 31 Oktober 2008.

Advertisement

Meski digagas setahun sebelumnya, Bitcoin pertama kali diluncurkan secara resmi ke publik pada awal 2009. Harga Bitcoin saat pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi adalah US$ 0 karena belum ada yang tertarik untuk memperjualbelikannya.

Pada tahun 2010, investor mulai memperdagangan Bitcoin dengan harga di bawah satu sen. Sejak saat itu, Bitcoin mengalami pergerakan harga yang cukup fluktuatif. Perkembangan harga Bitcoin dari tahun ke tahun mencapai tonggak baru pada April 2011 ketika harga Bitcoin mencapai US$ 1.

Baca juga: Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Sepanjang tahun 2011, Bitcoin mencatat pertumbuhan nilai yang sangat baik. Pada bulan Juni, nilai Bitcoin naik 3.200% dibanding tiga bulan sebelumnya dan mengantarkannya pada puncak harga US$ 32.

Namun, peningkatan harga tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dua bulan menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, harga Bitcoin anjlok di pasaran dan mencapai level terendah pada November 2011 di angka US$ 2.

Setahun setelahnya, pergerakan harga Bitcoin berjalan cukup lambat. Pada kisaran bulan Mei hingga Agustus 2012, Bitcoin menunjukkan peningkatan harga dari US$ 4,8 menjadi US$ 13,20.

Di tahun 2013, Bitcoin mengalami dua kali bubble prices, lonjakan peningkatan harga yang disertai dengan penurunan harga di mana keduanya terjadi dalam waktu singkat. Gelembung harga pertama terjadi pada bulan April di mana harga Bitcoin dulu sebesar US$ 220 di awal April, tetapi anjlok hingga US$ 70 hanya dalam dua pekan setelahnya.

Reli gelembung kedua terjadi menjelang akhir tahun. Pada awal Desember, harga Bitcoin meningkat tajam dan menyentuh angka US$ 1.156. Namun tiga hari setelahnya, harganya turun drastis menjadi sekitar US$ 760. Sejak saat itu, harga Bitcoin terus mengalami penurunan dan menyentuh level terendah US$ 315 pada awal tahun 2015.

Baca juga: Awal Pekan, Bitcoin Masih Kuat Menanjak Namun Masih di Bawah Tekanan The Fed

Setelah melewati reli panjang penurunan harga, Bitcoin melonjak ke angka $20.089 pada Desember 2017. Namun, Profesor Keuangan Universitas Texas, John Griffin, mengungkapkan kepada CNBC bahwa kenaikan harga tersebut disebabkan karena manipulasi harga lewat perdagangan volume besar.

Lonjakan harga Bitcoin di tahun 2017 membuatnya menjadi salah satu aset crypto yang paling disoroti. Pemerintah dan ekonom mulai banyak mengembangkan mata uang digital lain untuk bersaing dengan Bitcoin. Namun, Bitcoin kembali mengalami reli penurunan harga di tahun 2018 dan 2019.

Ketika banyak sektor ekonomi dan bisnis lesu akibat pandemi, industri crypto justru kembali aktif, termasuk Bitcoin. Meski sempat melewati pemeriksaan pasokan pada Maret 2020, pasar crypto mengalami rebound besar setelahnya akibat dibanjiri investor dan trader.

Berbagai faktor seperti adopsi Bitcoin oleh perusahaan raksasa dunia hingga legalisasi Bitcoin di berbagai negara telah berdampak pada perkembangan harga Bitcoin dari tahun ke tahun. Kini, harganya konsisten naik dan semakin menarik minat publik.

Perkembangan harga Bitcoin dari tahun ke tahun semakin membaik. Di periode Desember 2020 hingga Januari 2021, peningkatan harganya telah mencapai 224%. Per Maret 2021, Bitcoin mencapai harga tertinggi baru, yakni sekitar US$ 60.000. Puncaknya, Bitcoin mencapai level harga tertinggi (All-Time-High) di angka US$ 64,804 atau setara dengan Rp 939.993.000 pada 14 April 2021.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN