Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) Indra Utoyo

Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) Indra Utoyo

Saham Allo Bank (BBHI) Anjlok 42% ke Level Terendah Tahun Ini, Apa Pemicunya?

Senin, 6 Juni 2022 | 18:39 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) ditutup melemah hingga auto reject bawah (ARB) pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/6/2022). Penurunan tersebut memicu harga saham BBHI capai level terendah baru tahun ini.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham BBHI ditutup ARB setelah melemah Rp 300 (6,82%) menjadi Rp 4.100 atau ke level terendah baru tahun ini. Sedangkan sepanjang tahun ini (year to date/ytd), saham BBHI telah merosot 42% dari Rp 7.075 menjadi Rp 4.100.

Advertisement

Baca juga: Chairul Tanjung Masih Optimistis ke Saham Allo Bank (BBHI): Cuannya Gede!

Hari ini, antrian jual saham BBHI tergolong tebal pada penutupan perdagangan hari ini. Sebanyak 17.944 lot saham BBHI dipasang pada sisi jual oleh para investor. Sedangkan kisaran pergerakan harga saham BBHI berada dalam rentang Rp 4.100- 4.450. Sebanyak 8,39 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 34,96 miliar.

Penurunan harga saham saham BBHI berlangsung sejak bank digital milik pengusaha Chairul Tanjung ini meluncurkan aplikasi resminya pada acara Allo Bank Festival (Allo Fest) pada 20-22 Mei. Peluncuran tersebut sempat mengundang ratusan ribu penonton dan menghadirkan artis manca negara dari Korea Selatan hingga artis dalam negeri.

Namun, sejak peluncuran aplikasi hingga hari ini, saham BBHI telah turun 18,8% dan kehilangan kapitalisasi pasar sebesar Rp 20 triliun, dari Rp 109 triliun menjadi Rp 89,09 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi tertinggi tahun ini di Rp 7.300, saham BBHI telah anjlok 43,83%.

Meski sudah turun dalam, valuasi harga saham ini tergolong mahal dibandingkan dengan rata-rata saham bank digital di Indonesia. Price to book value ratio (PBV) saham BBHI berada di 14,48x, sementara bank di Indonesia berada di sekitar 2x. Sementara itu price to earning ratio (PER) BBHI berada di 296,95x

Berdasarkan data Google Playstore, hingga hari ini aplikasi Allo bank telah diunduh lebih dari 500 ribu kali. Sayangnya, rating aplikasi ini hanya mendapatkan bintang 2,9 dengan sebagian besar memberikan bintang 1 atau penilaian terendah. Banyak pengguna juga terlihat memberikan review negatif kepada aplikasi ini.

Sebelumnya, CT Corp resmi meluncurkan aplikasi bank digital bernama Allo Bank. Ultimate Shareholder Allo Bank Indonesia, Chairul Tanjung (CT) menargetkan bakal ada 1 juta orang menjadi pengguna Allo Bank seminggu setelah aplikasi itu dirilis.

Baca juga: Buka-bukaan Bukalapak (BUKA) soal Penempatan Dana di Growtheum dan Saham Allo Bank (BBHI)

"Target dalam seminggu insyaallah akan kami umumkan berapa register Allo Bank, kami targetkan 1 juta dalam 1 minggu pertama launching. Harapannya ada 10, 20, 30 dan bisa sampai 50 juta konsumen yang terdaftar jadi nasabah Allo Bank," kata Chairul Tanjung.

CT melanjutkan, untuk setahun pertamanya, Allo Bank ditargetkan memiliki sekitar 10 juta pengguna. Jumlah itu akan bertambah di tahun-tahun berikutnya, hingga bisa mencapai 50 juta pengguna. "Satu tahun kita menargetkan 10 juta, satu tahun pertama," ujar CT.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN