Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memantau obligasi dan rupiah di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan memantau obligasi dan rupiah di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Didukung Sejumlah Sentimen, 13 Seri FR Diproyeksikan Menarik

Selasa, 7 Juni 2022 | 09:42 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sebanyak 13 seri Fixed Rate (FR) pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan menarik minat investor pada perdagangan hari ini, Selasa (7/6/2022). Hal itu didukung oleh beberapa sentimen luar negeri maupun dalam negeri.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe mengatakan, diperkirakan seri FR0070, FR0044, FR0040, FR0084, FR0090, FR0047, FR0054, FR0068, FR0072, FR0093, FR0075, FR0083, dan FR0057 akan menarik bagi investor.

Advertisement

Baca juga: BNI Sekuritas: IHSG Berpeluang Koreksi, Cermati Saham BBCA, PTBA, INCO dan LPKR

Rekomendasi seri tersebut mempertimbangkan valuasi berdasarkan yield curve serta kondisi pasar saat ini. Yield curve Treasury AS naik karena pasar mengantisipasi penerbitan surat utang sebesar USD96 miliar minggu ini dan menjelang data pada hari Jumat yang diperkirakan menunjukkan inflasi AS masih tinggi. Median estimasi ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,7% bulan lalu, dibandingkan dengan 0,3% pada April, dengan inflasi tahunan tidak berubah pada 8,3%

“Lelang tiga surat utang AS minggu ini kemungkinan akan mendorong yield lebih tinggi karena bank dan investor bersiap untuk menyerap penerbitan tersebut. Yield curve UST 2- tahun naik 7bp menjadi 2,73% sementara yield curve UST 10-tahun naik 8bp menjadi 3,04%, pertama kalinya yield benchmark tersebut mencapai 3% dalam hampir tiga minggu,” ujar Amir dalam risetnya, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Rupiah Pagi Ini Kembali Melemah 14 Poin ke Posisi Rp 14.460 per Dolar AS 

CDS Indonesia lima tahun sedikit menurun menjadi 91bp, lebih rendah 2bp dari posisinya pada Jumat lalu. Untuk yield obligasi Rupiah Pemerintah, yield curve 10-tahun (GIDN10YR) naik 3bp menjadi 6,97%. Menurut Amir, level yield curve saat ini masih dalam kisaran perkiraan mingguan BNI Sekuritas sebesar 6,87% - 7,08%.

Sebagai informasi, harga obligasi berdenominasi Rupiah bergerak sideways pada perdagangan di awal pekan ini. Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0090) berada di level 6,02%(+2bp), sementara untuk yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0091) tercatat di level 6,95%(+3bp).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN