Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Pupuk Kalimantan Timur. (Foto: Perseroan)

PT Pupuk Kalimantan Timur. (Foto: Perseroan)

IPO PKT Masih Tunggu Kementerian BUMN

Selasa, 7 Juni 2022 | 17:25 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

BONTANG, investor.id – Manajemen PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) masih menunggu keputusan dan arahan Kementerian BUMN selaku pemegang saham perihal rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perseroan.

"Kami hanya pelaksana. Keputusan tetap ada di pemegang saham. Jadi, rencana IPO sudah masuk list. Tapi mengenai kapan, berapa banyak saham yang akan ditawarkan, dan target dananya, kami masih menunggu kebijakan pemegang saham," ujar Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi di Bontang, Selasa (7/6/2022). 

Baca juga: Keren! PKT akan Produksi Amoniak Ramah Lingkungan Berbahan Baku Sawit

Rahmad mengakui, IPO merupakan salah satu opsi yang disiapkan PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku holding BUMN Pupuk dan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mewakili negara, untuk mendanai ekspansi bisnis perseroan. Opsi pendanaan lainnya, yaitu pinjaman, baik melalui emisi obligasi maupun kredit perbankan. 

“Dari sisi kinerja perusahaan, Pupuk Kaltim sangat memenuhi kelayakan untuk melakukan IPO.  Dengan ekuitas sekitar Rp 26 triliun, PKT hanya punya utang sekitar Rp 1 triliun,” tutur dia. 

Rahmad Pribadi mengakui, dengan usianya saat ini yang sudah menginjak 45 tahun, IPO saham bisa menjadi lompatan periode kedua bisnis perusahaan tersebut. “PKT sudah berusia 45 tahun. Sekarang merupakan era baru untuk terus tumbuh dengan mengembangkan perusahaan dan membangun pabrik baru," papar dia.

PKT memiliki 13 pabrik di kawasan seluas 443 hektare di Bontang, Kalimantan Timur,  terdiri  atas lima pabrik amoniak, lima pabrik urea, dan satu pabrik NPK fused granulation, satu pabrik NPK blending, dan satu pabrik bolier batu bara.

Pupuk Indonesia selaku holding BUMN Pupuk baru-baru ini menyatakan, BUMN tersebut sedang  mematangkan persiapan IPO anak usahanya, PKT, pada semester I-2022. Penggalangan dana lewat IPO diperlukan karena perseroan membutuhkan dana setidaknya US$ 2,5 miliar untuk mengembangkan bisnis dalam lima tahun ke depan. Dari jumlah itu, US$ 2 miliar di antaranya untuk membangun pabrik amoniak di Bintuni, Papua.

Rahmad Pribadi juga mengungkapkan, PKT mencetak laba bersih Rp 3,19 triliun pada kuartal I-2022, melonjak hampir empat kali lipat dibanding periode sama tahun silam. Kinerja positif tersebut tidak lepas dari penerapan strategi pertumbuhan (growth strategy) yang difokuskan pada tiga pilar utama. 

Dia menjelaskan, pilar pertama adalah keunggulan operasional dan rantai pasok melaui efisiensi energi dan optimalisasi infrastruktur. Pilar kedua yaitu keunggulan diversifikasi dengan mengembangkan bisnis di sektor hilirisasi petrokimia dan energi terbarukan. 

Baca juga: 2022, PKT Berpeluang Pecahkan Kembali Rekor Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

"Adapun strategi ketiga adalah keunggulan jangkauan pasar melalui peningkatan kapasitas domestik dan ekspansi di pasar global," ujar dia.

Rahmad Pribadi optimistis kinerja bisnis PKT tahun ini terus bertumbuh, melanjutkan pertumbuhan tahun lalu. "Pencapaian kuartal I-2022 akan menjadi pijakan kami untuk menorehkan kinerja yang lebih baik dibanding 2021. Apalagi pencapaian kuartal I-2022 sudah melampaui 50% kinerja keuangan setahun penuh pada 2021," tandas dia.

Dengan pencapaian itu, PKT tahun ini berpeluang memecahkan kembali rekor tertinggi laba bersih yang pernah dicatatkan perseroan. Rekor laba bersih sebelumnya dibukukan PKT pada 2021, di mana produsen pupuk terbesar di Asean itu mencetak laba bersih sebesar Rp 6,17 triliun.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com