Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RUPST PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

RUPST PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Laba Bersih Meroket, Mitra Angkasa (BAUT) Siap Ekspansi

Rabu, 8 Juni 2022 | 17:02 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten di bidang franchise mur dan baut pertama di Indonesia, PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, baik periode kuartal I-2022 dibandingkan kuartal I-2021 maupun tahun 2021 dibandingkan tahun 2020.

Laba bersih Mitra Angkasa meroket 331% menjadi Rp 956,25 juta pada kuartal I tahun ini dari periode yang sama tahun 2021 senilai Rp 221,92 juta. Kenaikan laba bersih ini melanjutkan pencapaian laba bersih 2020 sebesar Rp 4,78 miliar, melesat 949,67% dari tahun 2020 yang sebesar Rp 455 juta.

Pertumbuhan laba bersih Mitra Angkasa ditopang oleh kenaikan pendapatan, bersamaan dengan mulai pulihnya ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, yang meningkatkan permintaan produk-produk perusahaan.

Sepanjang kuartal I-2022, pendapatan emiten dengan kode saham BAUT ini mencapai Rp 45,3 miliar, naik 47% dibandingkan kuartal I-2021 yang sebesar Rp 30,89 miliar. Perseroan mampu mencatatkan laba bruto Rp 8,84 miliar pada periode ini, naik 55% dari sebelumnya Rp 5,71 miliar.

Baca juga: Segera Rights Issue, TBS Energi (TOBA) Punya Ambisi Besar di Bisnis Kendaraan Listrik 

Adapun sepanjang tahun 2021, total penjualan BAUT mencapai Rp 120,03 milar, naik 3,22% dari pencapaian tahun 2020 yang sebesar Rp 116,28 miliar.

BAUT juga mampu membukukan kenaikan rasio laba terhadap ekuitas menjadi 10,4% dari sebelumnya di tahun 2020 yang hanya 4,4% dan rasio laba terhadap aset juga naik menjadi 5,1% pada 2021 dari 0,6% pada tahun 2020.

Direktur Utama BAUT Simon Hendiawan mengatakan bahwa membaiknya kondisi perekonomian global dan nasional pada 2021 memberikan dampak positif bagi industri secara umum di dalam negeri, termasuk industri di mana perusahaan menjalankan usaha.

Tahun lalu, beberapa strategi perusahaan di antaranya implementasi sistem pemasaran dan distribusi yang fokus pada pengguna dan digitalisasi sistem. “Kami berinovasi mengembangkan sistem operasional dengan berbagai solusi digitalisasi dan menyeleksi merek produk, sehingga punya kualitas baik dan superior value. Merek PATTA menjadi merek utama, berkontribusi omzet 58% pada 2021,” kata Simon, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan, di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Deal dengan Melbourne Seafood, Cilacap Samudera (ASHA) Masuk Pasar Australia

Sebagai informasi, dalam RUPST ini juga diagendakan penetapan penggunaan laba bersih tahun 2021, persetujuan penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit Laporan Keuangan Tahun Buku 2022, dan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Direktur BAUT Foong Tak Hoy menambahkan, peningkatan fundamental juga terjadi pada total aset yang naik 13,28% dari Rp 82,4 miliar pada 2020 menjadi Rp 93,34 miliar pada 2021. “Hal sama juga terjadi pada ekuitas yang melesat 348,72% dari Rp 10,25 miliar menjadi Rp 46 miliar,” jelas Foong.

Ekspansi Usaha

Selain kinerja keuangan, Simon mengatakan bahwa perusahaan mampu mencatatkan berbagai pencapaian positif, di antaranya berhasil melakukan IPO dan sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Januari 2022.

Saat masa IPO pada 21-26 Januari 2022, saham BAUT diminati masyarakat dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) 38,23 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling). BAUT melepas 1.450.000.000 saham atau setara 30,21% kepada publik. Dengan harga IPO Rp 100 per saham, perseroan meraih dana Rp 145 miliar.

Baca juga: Begini Update Aksi Buyback Saham Mitratel (MTEL)

Dana IPO ini seluruhnya digunakan untuk modal kerja perseroan. “Kami berharap, melalui dana IPO, kami mampu meningkatkan kinerja secara berkelanjutan yang akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Simon.

Tahun ini, dengan adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi, bakal menjadi katalis positif bagi perseroan. Apalagi, Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi RI tumbuh 4,7-5,5%. Fokus pembangunan pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 juga menjadikan industri konstruksi memiliki potensi besar untuk bertumbuh di tengah tantangan.

“Dorongan pertumbuhan eksponensial ini akan didasarkan pada keberhasilan penerapan strategi kami yang didukung oleh dana segar dari IPO,” ujar Simon.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN