Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Sejumlah Seri FR Diperkirakan Menarik Minat Investor

Jumat, 10 Juni 2022 | 09:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — Sejumlah seri Fixed Rate (FR) diperkirakan akan menarik perhatian investor pada perdagangan hari ini, Jumat (10/6/2022). Hal itu dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri maupun luar negeri.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe mengatakan, diperkirakan seri FR0040, FR0084, FR0047, FR0054, FR0091, FR0074, FR0068, FR0072, FR0093, FR0050, dan FR0057 akan menarik bagi investor. Rekomendasi ini mempertimbangkan kondisi pasar saat ini serta valuasi yield curve.

Dari dalam negeri, yield obligasi pemerintah Indonesia masih menunjukkan tekanan ke atas pada hari Kamis, dengan yield curve 10-tahun (GIDN10YR) naik 3bp dari hari sebelumnya menjadi 7,20%, melampaui batas atas kisaran perkiraan mingguan BNI Sekuritas sebesar 6,87% - 7,08%.

Baca juga: Rupiah Pagi Ini Melemah 14 Poin ke posisi Rp14.581 per Dolar AS

Amir menyampaikan, sejak akhir Mei GIDN10YR telah mencatat peningkatan 16bp, sejalan dengan peningkatan 19bp pada yield curve 10-tahun UST dan peningkatan 4bp pada CDS 5-tahun Indonesia.

“Saat ini, yield SUN mungkin telah memasuki entry level yang menarik dan Erupean Central Bank (ECB) juga telah mengumumkan panduan yang lebih jelas tentang sikap kebijakannya. Namun, investor mungkin masih perlu mengkaji data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis hari ini,” jelas Amir dalam risetnya, Jumat (10/6/2022).

Lebih lanjut, dari global, European Central Bank akan mengakhiri pelonggaran kuantitatif pada 1 Juli, kemudian menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 21 Juli. Kemudian akan naik lagi pada 8 September dan melakukan langkah yang lebih besar, kecuali prospek inflasi membaik sementara itu.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 Jadi Rp 984.000 Per Gram

ECB merilis perkiraan baru yang menaikkan inflasi tahun ini menjadi 6,8% dari sebelumnya 5,1% dan memangkas prospek pertumbuhannya menjadi 2,8% dari 3,7% karena harga energi dan pangan yang sangat tinggi.

Bank sentral tersebut melihat inflasi sebesar 3,5% pada tahun 2023 dan 2,1% pada tahun 2024 sementara pertumbuhan PDB riil tahunan sebesar 2,1% pada tahun 2023 dan 2,1% pada tahun 2024.

Adapun, yield curve US Treasury (UST) sedikit bergeser ke atas dari posisinya sehari sebelumnya, dengan yield curve UST 2-tahun naik 3bp menjadi 2,81% sementara yield curve UST 10-tahun naik 2bp menjadi 3,04%. Indeks saham utama AS jatuh menjelang data inflasi. Nasdaq Composite, S&P500, dan Dow Jones Industrial Average masing-masing turun 2,75%, 2,38%, dan 1,94%.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com