Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). (Foto ilustrasi: Perseroan)

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). (Foto ilustrasi: Perseroan)

Pendapatan Bunga Cenderung Tumbuh Pesat, Bagaimana dengan Prospek Saham Bank Neo (BBYB)?

Minggu, 12 Jun 2022 | 10:38 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Rekomendasi saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dipertahankan beli dengan target harga Rp 2.900. Target harga tersebut menggambarkan kian bertumbuhnya permintaan kredit digital yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan bunga bersih Bank Neo.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengungkapkan, target harga BBYB mempertimbangkan sejumlah faktor. Di antaranya, Bank Neo berhasil membukukan lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 242% menjadi Rp 180 miliar pada kuartal I-2022. Kenaikan ini didorong oleh pesatnya penyaluran kredit digital dan kredit langsung.

Baca juga: Akulaku Terus Perbesar Kepemilikan di BNC (BBYB), Ini Respons Dirut...

“Melihat performa tersebut, kami menaikkan proyeksi pendapatan Bank Neo Commerce sebesar 108% tahun ini, tetapi dengan rugi bersih yang lebih besar akibat subsidi biaya transfer dan promosi. Rugi bersih perseroan direvisi naik dari Rp 306 miliar menjadi Rp 804 miliar. Kami meyakini pertumbuhan,” tulisnya dalam riset.

Advertisement

Revisi naik NII tersebut, ungkap dia, juga didorong oleh pertumbuhan kuat penyaluran kredit digital dan kredit langsung dengan berkontribusi 63% terhadap total kredit Bank Neo Commerce. “Meski demikian, kami percaya realisasi pertumbuhan kredit BBYB dapat lebih tinggi dari asumsi awal kami,” terangnya.

Sejak aplikasi Bank Neo Commerce diluncurkan pada November 2021, total pencairan kredit Bank Neo Commerce mencapai Rp 1,6 triliun hingga Maret 2022 dengan 700 ribu pengguna dan sebanyak 8,2% pengguna mencairkan kredit langsung. Sedangkan total kredit langsung yang beredar sekarang mencapai Rp 1,3 triliun dari total penyaluran kredit mencapai di Rp 2,1 triliun.

“Perseroan menargetkan penyaluran kredit digital dapat mencapai 30% dari total pengguna. Kami memperkirakan penyaluran kredit langsung dapat mencapai Rp 5 triliun pada akhir tahun 2022,” terangnya.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan agresifnya Akulaku menambah kepemilikan saham di Bank Neo Commerce. Target sebut juga telah mempertimbangkan penundaan penerbitan saham baru (rights issue) sebesar Rp 5 triliun dari rencana semula kuartal II menjadi akhir tahun ini. Penundaan dipengaruhi atas sentimen negatif pada saham sektor teknologi.

“Akulaku dikabarkan telah menyatakan minatnya untuk meningkatkan kepemilikannya di BBYB menjadi 40% dari posisi saat ini mencapai 25,2% yang dapat meningkatkan sinergi antara Akulaku dan BBYB,” terangnya.

Baca juga: Kinerja Diprediksi Tumbuh Pesat, Bank Neo (BBYB) Kembali Undur Rights Issue

Target harga saham tersebut juga telah mempertimbangkan peningkatan volume transaksi pada aplikasi Bank Neo Commerce mencapai 76% pada kuartal I-2022. Sedangkan pembayaran melalui aplikasi tersebut naik 88% kuarta I-2022, dibandingkan kuartal IV-2021.

RHB Sekuritas memperkirakan peningkatan pendapatan bunga Bank Neo Commerce menjadi Rp 1,54 trilliun pada 2022, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 666 miliar. Sedangkana rugi bersih diperkirakan turun tipis dari Rp 985 milliar menjadi Rp 804 miliar. Perseroan diprediksi mulai mencetak laba bersih pada 2024 dengan target Rp 231 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com