Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas kebersihan beraktivits di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas kebersihan beraktivits di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Mengapa IHSG Bergerak bak Roller Coaster?

Selasa, 14 Juni 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan sesi I, Selasa (14/6/2022), IHSG ditutup berada pada zona hijau setelah menguat 0,01% ke level 6.996. Meski demikian, sepanjang sesi I, IHSG bergerak bak roller coaster, mengapa demikian?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG bergerak variatif di tengah bursa Asia yang mengalami bear market menjelang rapat The Fed yang diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan. Berdasarkan FedWatch CME Group, pasar menilai ada probabilitas sebesar 94,7% The Fed akan menaikkan suku bungan 75-100 basis poin sebagai upaya soft landing ekonomi AS di saat tingginya inflasi.

Baca juga: Ini Dia Jajaran Saham-saham Cetak Untung Besar

“Skenario kenaikan suku bunga tersebut membuat pelaku pasar dan investor cemas akan muncul pertumbuhan ekonomi global melambat,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (14/6/2022).

Pilarmas menambahkan, di sisi lain, pemerintah TIongkok kembali menghadapi munculnya kasus baru Covid-19 dimana Ibu kota Tiongkok, Beijing, dilanda wabah Covid-19 eksplosif yang terhubung dari sebuah bar setelah beberapa hari adanya pelonggaran, sehingga membatalkan ativitas offline.

Sementara itu, dari dalam negeri, Pilarmas menyebutkan, Bank Indonesia dalam rilisnya mencatatkan kredit konsumsi naik 6,4% year on year (yoy) menjadi Rp 1.718,5 triliun per April 2022. Hal ini mencerminkan penyaluran kredit konsumsi terangkat pemulihan ekonomi dan terkendalinya pandemi Covid-19. “Sehingga daya beli masyarakat membaik tentunya ini akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Pilarmas.

Baca juga: Dilepas Asing, Saham Adaro Minerals (ADMR) Kembali ARB

Di sisi lain, menurut Pilarmas, kondisi munculnya varian baru Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 yang sudah terdeteksi di Indonesia, tepatnya di Bali dan Jakarta, membuat pasar khawatir akan muncul gelombang baru sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional tersendat.

“Kami merekomendasikan ELSA buy dengan support dan resistance di level 296-326. PER: 7,55x dan PBV: 0,58x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com