Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Pola Cup and Handle

Ilustrasi Pola Cup and Handle

Apa Itu Pola Cup and Handle dalam Trading Kripto?

Selasa, 14 Juni 2022 | 16:01 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pola cup and handle adalah pola yang banyak digunakan oleh trader untuk memprediksi arah pergerakan harga kripto. Dilansir dari Pintu Academy, pola cup and handle adalah pola grafik harga yang menyerupai cangkir berbentuk “U” dengan tren diagonal ke sisi kanan bawah yang menyerupai pegangan cangkir. Pola ini kerap dianggap sebagai sinyal bullish yang mengindikasikan tren kenaikan harga.

Tim IG Markets menyatakan bahwa cup and handle pattern merupakan pola yang terbentuk dari perdagangan yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu, serta bisa memakan waktu beberapa hari atau bahkan satu tahun. Menurut James Chen dari Investopedia, pada umumnya, dibutuhkan waktu 7- 65 pekan untuk membentuk pola cup and handle.

Advertisement

James menambahkan bahwa pola cup and handle adalah pola yang sering digunakan untuk melihat peluang pembelian aset atau open posisi. Umumnya, trader memposisikan stop buy order di posisi sedikit atas garis tren di bagian pola pegangan cangkir dengan tujuan agar trader tidak terlambat membuka posisi dan tertinggal tren kenaikan harga.

Baca juga: Kekhawatiran Kripto Menyebar setelah Celsius Network Bekukan Penarikan

Pola cup and handle sering ditemui pada grafik harga aset crypto. Yashu Gola dari Cointelegraph melaporkan bahwa pola ini terlihat pada grafik harga ETH sepanjang 2021, dari rentang pertengahan April 2021 hingga Oktober 2021. Sementara itu, Jordan Finneseth dari Cointelegraph mengungkapkan pola cup and handle bullish yang terlihat pada harga Cardano di rentang tanggal 14 Mei hingga 16 Agustus 2021 lalu.

James menjelaskan bahwa skenario pola cup and handle adalah ketika harga aset mencapai titik tertinggi, tetapi kemudian dilanjutkan dengan koreksi harga yang tajam hingga 50%.

Harga aset kemudian mengalami rebound dan bertahap naik ke level harga sebelumnya. Grafik ini membentuk cekungan berbentuk “U”. Setelah itu, harga bergerak sedikit ke bawah secara diagonal membentuk pola pegangan cangkir. Menurut tim IG Markets, pegangan cangkir tidak boleh berada di bawah sepertiga bagian atas cangkir agar bisa disebut sebagai pola cup and handle.

Baca juga: Pasar Loyo, Bursa Kripto Ramai-ramai PHK Karyawan

Dilansir dari laman Harvard University, ada dua metode utama yang digunakan untuk mengidentifikasi pola grafik harga secara algoritmik.

  1. Menemukan titik maksimum dan minimum dari grafik OHLC (Open-High-Low-Close), kemudian menentukan pola yang sesuai dari data tersebut.
  2. Mencocokkan grafik kondisi pasar dengan template yang sudah ada untuk mengenali sebuah pola.

James Chen mengungkap ada tiga hal yang harus dipertimbangan ketika melakukan identifikasi pola cup and handle. Ketiga hal tersebut antara lain panjang, kedalaman, dan volume.

Dilansir dari laman IG Markets, waktu yang paling tepat bagi trader untuk melakukan pembelian aset ketika mengidentifikasi pola cup and handle adalah di titik terendah cekungan pada pola cup and handle. Ketika harga aset menurun hingga 50% dari harga semula, investor dapat membeli aset dan mengantisipasi adanya rebound ke level harga sebelumnya.

Di sisi lain, trader juga perlu mengendalikan risiko perdagangan dengan menjual aset ketika harga turun. Menurut Cory, titik stop loss idealnya diletakkan di sepertiga atas pola pegangan cangkir yang mulai terbentuk untuk meminimalkan kerugian yang akan terjadi.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN