Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022).  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga CPO Menguat

Rabu, 15 Jun 2022 | 06:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada Selasa (14/6/2022). Setelah melemah selama empat hari berturut-turut. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (14/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2022 naik 24 Ringgit Malaysia menjadi 6.154 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2022 terkerek 24 Ringgit Malaysia menjadi 6.015 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Agustus 2022 menanjak 55 Ringgit Malaysia menjadi 5.848 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman September 2022 terdongkrak 82 Ringgit Malaysia menjadi 5.735 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman Oktober 2022 melambung 90 Ringgit Malaysia menjadi 5.657 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 melesat 88 Ringgit Malaysia menjadi 5.625 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Sri Mulyani Naikkan Bea Keluar Ekspor CPO dan Turunannya

Advertisement

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pada pekan ini pergerakan harga CPO bakal dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Sebab, sentimen-sentimen tersebut akan menjadi indikator yang dipantau oleh pelaku pasar dalam sepekan ini.

Yoga menyebut sentimen pertama yang dipantau pelaku pasar adalah data ekspor CPO Malaysia untuk periode paruh pertama Juni (1-15). Data tersebut biasanya dijadikan gambaran oleh pelaku pasar untuk melihat tren permintaan. Ditambah lagi, perkembangan situasi tenaga kerja di Malaysia. Sentimen lainnya adalah perkembangan situasi di pasar CPO Indonesia.

“Khususnya terkait pemberian izin ekspor juga akan menjadi sentimen penggerak harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Baca juga: Pekan ini, Harga CPO Bakal Dipengaruhi Sentimen Berikut

Hal ini karena, lanjut Yoga, dengan semakin banyaknya eksportir CPO Indonesia yang mengantongi izin ekspor. Hal ini akan mengindikasikan pasokan CPO Indonesia ke pasar CPO global juga akan semakin meningkat. Terlebih permintaan dari negara importir untuk menunjukkan peningkatan. “Ini terlihat dari impor CPO oleh India, yang merupakan negara importir terbesar CPO, naik 15% pada bulan Mei dan menjadi rekor tertinggi dalam tujuh bulan,” papar Yoga.

Tidak hanya itu, Yoga menambahkan, minyak kedelai pergerakan harganya masih dalam tren bullish dipicu oleh masalah pasokan yang masih ketat serta ditambah dengan kekhawatiran akan melonjaknya harga pupuk yang akan berdampak pada sisi produksi. Brasil, produsen kedelai terbesar dunia, mengimpor 85% pupuknya, sebagian besar dari Rusia.

Untuk itu, Yoga memprediksi, harga CPO di pekan ini berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.700 – 7.000 Ringgit Malaysia per ton. “Namun, apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 5.800 – 5.500 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com