Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik mobil. (Sumber: Laporan tahunan PT Astra International Tbk)

Pabrik mobil. (Sumber: Laporan tahunan PT Astra International Tbk)

Kekurangan Pasokan Semikonduktor Berlanjut, Bagaimana Prospek Saham Astra International (ASII)?

Rabu, 15 Juni 2022 | 09:35 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKART, Investor.id - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan volume penjualan mobil pada Mei 2022 karena dipengaruhi oleh libur panjang Lebaran dan kekurangan pasokan chip. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan penjualan di industri mobil.

Berdasarkan data, penjualan mobil nasional turun sebanyak 30% pada Mei 2022 dipicu oleh libur Lebaran. Sedangkan penjualan ritel mobil perseroan turun mencapai 28%.

Advertisement

Baca juga: Penjualan Mobil Astra International (ASII) Turun 18,72% pada Mei 2022

Penurunan tersebut menjadikan total pertumbuhan volume penjualan mobil domestik sebesar 24% menjadi 396 ribu unit untuk periode Januari-Mei 2022 atau telah merefleksikan 40% dari total target penjualan mobil tahun ini yang mencapai 980 ribut unit.

Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Hasbie mengungkapkan, selain faktor jumlah hari kerja yang sedikit pada Mei, Astra International menghadapi tantangan dari kekurangan pasokan semikonduktor. Begitu juga dengan penjualan sepeda motor oleh perseroan akibat kekurangan pasokan semikonduktor.

“Kekurangan semikonduktor telah menekan angka produksi mobil dan sepeda motor perseroan. Kondisi tersebut membuat inventori Toyota dan Daihatsu turun dan diperkirakan lanjutkan penurunan sampai dengan akhir tahun,” tulis Willinoy dan Hasbie dalam risetnya.

Sedangkan indeks harga jual otomotif menunjukkan kondisi stabil, seiring dengan tindakan beberapa dealer mobil untuk mempertahankan harga jual mobil di tengah peningkatan harga bahan baku. Harga dipertahankan sejalan dengan kondisi daya beli masyarakat. Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk meempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 8.000.

Baca juga: Bos Astra (ASII) Ungkap Rencana Mobil Listrik, Hasil Pembicaraan dengan Toyota

Trimegah Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Astra International menjadi Rp 26,49 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 20,19 triliun. Sedangkan penjualan diprediksi naik dari Rp 233,48 triliun menjadi Rp 275,10 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN