Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Nasib Harga Bitcoin Cs Ditentukan Hari Ini, Investor Kripto Deg-degan Nantikan Putusan The Fed

Rabu, 15 Juni 2022 | 13:07 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Sehari setelah crash kripto terbesar dalam dua tahun membawa sedikit kelegaan. Melansir CoinMarketCap, Rabu (15/6/2022) pukul 13.05 WIB, Bitcoin (BTC) tengah berada di US$ 21.208,11 atau turun 6,90% dalam perdagangan 24 jam. Begitujuga dengan Ethereum (ETH) yang ada di posisi US$ 1.127,06 atau turun 8,01% dalam periode perdagangan yang sama.

Namun kelegaan itu nampaknya hanya sesaat karena investor kripto begitujuga dengan saham dan komoditas lainnya sedang harap-harap cemas menantikan keputusan The Fed.

Seperti diketahui, Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) akan menggelar rapat dan memutuskan suku bunga acuan. Hasilnya diumumkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok ke US$ 21.000

Pasar berekspektasi Ketua Jerome 'Jay' Powell dan sejawat akan menaikkan Federal Funds Rate sebesar 50-75 basis poin (bps). Kenaikan cukup agresif itu karena inflasi di AS ternyata jauh lebih tinggi daripada yang dibayangkan. Tak tanggung-tanggung, inflasi year-on-year per Mei 2022 itu mencapai 8,6%. Itu adalah tertinggi selama 41 tahun terakhir pada periode yang sama.

Aset digital terus menggelepar pada hari Selasa (14/6/2022) kemarin dalam badai ketakutan inflasi dan ketidakpastian ekonomi dengan Bitcoin dan Ethereum ambruk untuk sebagian besar hari, dan kripto lainnya berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatan yang mereka hilangkan dalam aksi jual dramatis hari Senin (13/6/2022).

Baca juga: Bitcoin Cs Ambruk, Dear Investor Tetap Tenang Yah Guys...

Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di bawah US$ 22.000 turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut Bitcoin. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar kini telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir dan mengancam untuk menguji ide dukungan yang belum lama ini tidak terpikirkan di bawah US$ 20.000, kira-kira di mana posisinya pada tahun 2017.

Sementara itu, analis Senior Oanda Americas, Edward Moya mengatakan, saat ini investor Bitcoin sebaiknya menunggu dan melihat keputusan FOMC nanti. "Bitcoin masih memegang level US$ 20.000 dan jika Wall Street mendapat keputusan dan konferensi pers yang sangat hawkish, imbal hasil treasury dan Dolar dapat melonjak sekali lagi dan itu akan menguji batas yang telah ditarik oleh banyak pedagang kripto," ujar Moya, dikutip dari CoinDesk.

Adapun, selama isu kenaikan suku bunga berlanjut, maka pasar kripto diperkirakan akan kembali melemah. Titik balik kebangkitan kripto baru bisa dilihat saat The Fed mereda atau bahkan ketika Dolar AS akhirnya jatuh.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com