Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. ANTARA/HO-Antam

Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. ANTARA/HO-Antam

Target Kinerja Direvisi Naik, Begini Prospek Saham Antam (ANTM)

Kamis, 16 Juni 2022 | 09:02 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Target kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam sepanjang 2022 direvisi naik, seiring mulai stabilnya operasional. Saham perseoran juga dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.450.

Baca juga: Fantastis! Antam (ANTM) bakal Jual 28 Ton Emas Tahun Ini

Advertisement

RHB Sekuritas merevisi naik target laba bersih Antam menjadi Rp 3,19 triliun pada 2022, dibandingkan perkiraan semula Rp 2,81 triliun. Perkiraan pendapatan perseroan juga direvisi naik dari semula Rp 42,09 triliun menjadi Rp 42,39 triliun.

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut juga mempertimbangkan harga jual nikel yang relatif stabil tahun ini, sehingga berimbas positif terhadap gross margin dengan target direvisi naik dari 17,2% menjadi 19%. Margin keuntungan bersih (net margin) direvisi naik dari 6,7% menjadi 7,5%.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso mengatakan, proyeksi laba bersih perseroan tahun ini direvisi naik sekitar 14% setelah operasional Antam berjalan stabil. Perseroan juga diuntungkan dengan rata-rata harga jual nikel yang relatif tinggi sampai akhir tahun ini.

“Kami meyakini bahwa kenaikan harga jual akan menjadi katalis positif jangka panjang. Kenaikan harga didukung pengembangan baterai mobil listrik yang berjalan cepat di Indonesia,” tulis Ryan dalam risetnya.

Dampak positif pertumbuhan harga jual nikel, terang dia, terlihat dari peningkatan pendapatan perseroan sepanjang kuartal I-2022. Bahkan, penjualan nikel berkontribusi hingga 36% terhadap pendapatan, dibandingkan kuartal I-2021 sebanyak 24%. Lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan bijih nikel di dalam negeri sejalan dengan peningkatan kapasitas pabrik feronikel.

Baca juga: Sah! Antam (ANTM) Bagikan Dividen Rp 930,8 Miliar

Terkait harga jual nikel, RHB Sekuritas mengungkap, diproyeksikan berada di level US$ 27.200 per ton sepanjang tahun ini atau naik 56% dari realisasi tahun lalu. Sedangkan penurunan harga nikel dalam beberapa pekan terakhir tidak menandakan fundamental. Kenaikan harga nikel juga didukung atas gencarnya pengembangan baterai mobil listrik yang memicu kenaikan permintaan nikel.

Perseroan juga mendapatkan dukungan positif dari bisnis penjualan emas. Menurut dia, Antam mendapatkan sentimen positif dari kenaikan inflasi yang bisa memicu peningkatan permintaan emas.

Sedangkan, sentimen negatif datang dari investasi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kerja sama pengolahan anoda logam antara Antam dengan PT Loco Montrado tahun 2017.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN