Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OJA Coin ingin mengadopsi penggunaan cryptocurrency secara massal di setiap transaksi.

OJA Coin ingin mengadopsi penggunaan cryptocurrency secara massal di setiap transaksi.

OJA Coin Dorong Aset Kripto Jadi Alat Transaksi Sehari-hari

Kamis, 16 Juni 2022 | 13:48 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Di tengah maraknya token kripto yang diluncurkan banyak publik figur dan hangatnya perbincangan mengenai aset kripto, ada token kripto lokal yang dilirik pasar internasional bernama OJA Coin. Berbeda dengan token kripto umumnya, OJA Coin adalah aset digital yang tidak bergantung pada blockchain lain, seperti Ethereum, Binance, atau blockchain manapun.

OJA Coin beroperasi dalam blockchain mandiri yang dinamakan OJA Network. Hal tersebut tentunya memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri sisi teknis maupun daya tarik investasi. Dengan keunggulan ini, OJA Coin mendorong aset kripto menjadi alat transaksi sehari-hari, bukan sekadar aset digital dan trading.

Seperti yang ditemukan dalam whitepaper-nya, proyek OJA Coin memiliki tujuan utama yang sederhana, namun selalu menjadi tantangan terbesar setiap aset digital sejak era Bitcoin 13 tahun lalu hingga saat ini, yakni mengadopsi penggunaan cryptocurrency secara massal di setiap transaksi baik di usaha lokal maupun digital.

Kendala yang selalu dihadapi setiap cryptocurrency adalah stabilitas harga, kecepatan transaksi, biaya transaksi, keamanan, regulasi pemerintah, dan dampak mata uang digital terhadap lingkungan di masa depan. Semua hal ini menjadi fokus OJA Coin dalam mengembangkan produknya.

Seolah akan menyelesaikan permasalahan yang tak kunjung terselesaikan, fitur-fitur unggulan OJA Coin disambut positif oleh komunitas kripto dunia, terutama di tengah lesunya pasar mata uang digital belakangan ini.

Riman, co-founder OJA Coin saat memberikan penjelasan di sesi ask me anything yang diselenggarakan oleh salah satu bursa crypto exchange, Rabu sore (16/6/2022), menjelaskan, pengembangan OJA Coin dan OJA blockchain ini diperlukan demi memfasilitasi utility yang sedang dibangun, yakni customer loyalty platform berbasis blockchain.

“Teknologi blockchain dan Web3 dapat menjadi suatu peluang baru bagi setiap perusahaan dalam meningkatkan potensi usaha dengan cara yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya,” kata dia.

Menurut dia, setiap pedagang atau merchant yang tergabung dengan OJA Coin dapat meningkatkan loyalitas pelanggannya dengan memberi point rewards berupa $OJX dalam setiap pembelian. Poin berupa $OJX yang dikumpulkan customer ini kemudian dapat ditukarkan menjadi voucher, diskon, hingga dapat ditukarkan menjadi mata uang lokal di bursa kripto.

“Program Customer Loyalty Platform tersebut saat ini memang masih dalam pengembangan, namun telah mendapatkan cukup banyak antusiasme dari brand dan perusahaan besar di seluruh dunia untuk bergabung,” kata dia.

Selain dapat meningkatkan loyalitas customer kepada brand tersebut, dia menegaskan, program ini diharapkan dapat meningkatkan adopsi aset kripto hingga seluruh pelosok negeri.

“Dengan ekosistem yang sedang dibangun oleh OJA Coin, kami ingin semua kalangan dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi digital berbasis blockchain terdesentralisasi ini, bukan hanya untuk aktivitas trading atau investasi saja, namun dalam aktivitas transaksi sehari-hari. Sebab, inilah faktor utama yang akan menjaga kestabilitasan suatu mata uang, termasuk mata uang kripto,” kata dia.

Dia menambahkan, pemerintah sebaiknya segera memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan inovasi ini melalui regulasi yang berpihak kepada pengembang. Alasannya, masih banyak negara yang masih setengah-setengah dalam mendukung perkembangan aset kripto, termasuk di Indonesia. Saat ini, pemerintah masih melarang penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah, namun pada sisi lain dianggap sah sebagai komoditas atau aset investasi yang dapat diperdagangkan secara legal.

“Hal ini dikhawatirkan bakal menghambat perkembangan teknologi blockchain yang dipercaya dapat menjadi solusi bagi banyak industri. Jika konsep ini terealisasi, mungkin dalam waktu dekat kita dapat beli es krim di kaki lima menggunakan aset kripto,” kata dia.


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN