Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

Voting PKPU Waskita Precast (WSBP), Kreditur Setuju Rencana Perdamaian

Jumat, 17 Juni 2022 | 23:13 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil memperoleh persetujuan dari hampir 90% kreditur dalam proses pemungutan suara atau voting terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Capaian ini melebihi dari asumsi awal perseroan yang sebesar 70%.

"Alhamdulillah, PKPU kita berjalan lancar, kondusif, dan tepat waktu. Hampir semua kreditur baik separatis maupun konkuren, perbankan, obligasi, dan vendor-vendor secara headcount atau voting analysis untuk separatis dan perbankan di atas 90%. Mereka voting yes untuk homologasi," kata Direktur Human Capital Management dan QHSE Waskita Beton Precast, Subkhan, kepada Investor Daily, Jumat (17/6/2022).

Selain kreditur separatis, kreditur konkuren dalam hal ini vendor juga sepakat untuk homologasi. "Jadi, intinya capaian ini di atas target bahwa dalam perencanaan analisis kita menang untuk homologasi dengan angka yang cukup tinggi. Kami bersyukur dukungan para vendor dan perbankan luar biasa dan optimistis WSBP ke depan lebih maju," tutur Subkhan.

Baca juga: Permintaan Meningkat, Waskita Beton Precast (WSBP) Genjot Produksi

Menurut dia, homologasi atau persetujuan antara debitur dan kreditur untuk mengakhiri kepailitan yang dipaparkan kepada para kreditur juga sudah sesuai dengan kondisi terkini perusahaan dan proyeksi kemampuan perseroan ke depan. Karena itu, hampir 90% kreditur setuju dalam voting rencana perdamaian Waskita Precast ini.

“Jadi, hampir 90% karena kita tetap menghargai aspirasi atau keputusan vendor atau kreditur yang hadir. Tapi intinya capaian itu sudah jauh lebih tinggi dari asumsi kami di awal yakni menang tapi tidak dengan angka setinggi itu," ungkap Subkhan.

Adapun yang menarik bagi para kreditur adalah proposal homologasi yang WSBP tawarkan sudah melewati pembahasan matang dan dihitung secara detail berdasarkan proyeksi kinerja perseroan dan atas dasar komitmen WSBP untuk going concern.

Subkhan menegaskan, berdasarkan asal usul, kreditur WSBP terdiri atas vendor BUMN atau anak usaha BUMN, vendor swasta, dan vendor asing yang juga mendukung untuk homologasi.

Baca juga: Lolos dari Ancaman Pailit, Begini Detail Hasil Voting PKPU Garuda (GIAA)

Terkait skema pembayaran, Subkhan menjelaskan bahwa perseroan membaginya dalam beberapa kelas A, B, C, dan D. Skema pembayaran yang perseroan usulkan dibagi menjadi dua bagian. Untuk vendor konkuren, skemanya 65% equity swap dengan saham dan 35% pembayaran angsuran selama tahun.

Kemudian, untuk kreditur separatis, dibayar melalui skema khusus setalah 17 tahun. "Untuk rights issue kita belum ke arah sana. Nanti akan kita simulasikan seperti apa karena hal itu bagian dari tindak lanjut dari hasil sidang. Tahapan selanjutnya, kita pasti akan fokus untuk going concern," pungkas Subkhan.

Sementara itu, meskipun telah mendapat persetujuan dari mayoritas kreditur, voting PKPU WSBP diskors untuk dilanjutkan pada hari Senin (20/6/2022) karena ada beberapa kreditur yang belum memberikan suara secara langsung di pengadilan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com