Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Perseroan)

Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Perseroan)

Melonjak, Kontrak Baru WIKA Capai Rp 12,4 Triliun

Minggu, 19 Juni 2022 | 17:38 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 12,4 triliun hingga Mei 2022 atau melonjak 56,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya atau Wika Mahendra Vijaya menyebutkan, perolehan nilai kontrak baru itu berasal dari proyek infrastruktur dan gedung senilai Rp 7,8 triliun, energi penunjang konstruksi Rp 2,3 triliun, engineering procurement and construction (EPC) Rp 1,9 triliun, serta realti dan properti Rp 400 miliar.

“Wika menargetkan kontrak baru sampai akhir tahun 2022 sebesar Rp 42,57 triliun. Hingga Mei, realisasinya telah mencapai 29,12%,” kata Mahendra kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Adapun untuk komposisi perolehan kontrak baru tahun ini, perseroan menargetkan sebanyak 67% akan berasal dari induk dan sebanyak 33% dari entitas anak.

Baca juga: Voting PKPU Waskita Precast (WSBP), Kreditur Setuju Rencana Perdamaian

Secara terpisah, Direktur Utama Wika Agung Budi Waskito juga mengatakan bahwa portofolio usaha perseroan sebesar 30% mengerjakan proyek-proyek pemerintah, lalu 30% dari proyek-proyek yang diinisiasi BUMN dan 20-30% dari proyek swasta.

Dengan komposisi tersebut, kata Agung, nasib Wika banyak ditentukan oleh pemerintah seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Terlebih, ketika pandemi mulai melanda awal 2020 sampai akhir 2021 di mana banyak proyek BUMN dan swasta yang tertekan, pemerintah melalui proyek-proyeknya sangat membantu usaha Wika.

“Namun, memasuki tahun 2022 situasi kembali normal. Kami mulai membangkitkan kembali proyek-proyek yang sempat molor sehingga turut membantu perekonomian daerah,” terang Agung di acara Konektivitas dan Peran Infrastruktur dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi, belum lama ini.

Begitu pandemi Covid-19 dinyatakan selesai, Wika akan melakukan beberapa pemulihan seperti melanjutkan investasi di proyek-proyek yang sempat terhambat seperti jalan tol Serang-Panimbang yang tersendat selama dua tahun, dan sekarang mulai dipercepat.

Selain itu, perseroan melakukan percepatan pada investasi-investasi di jalan tol Semarang-Demak, Trans Sumatera, dan Cisumdawu yang ditargetkan selesai pada tahun ini. “Di Jakarta, kami juga mengerjakan jalan tol Tanjung Priok sampai Pluit,” ungkap Agung.

Baca juga: Tumbuh 128%, Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Hingga April Tembus Rp 8,2 Triliun

Lebih lanjut, Wika juga mulai melanjutkan investasinya di proyek yang sempat terganggu lainnya, yaitu proyek SPAM Jatiluhur dan beberapa proyek pembagkit listrik. Menurut Agung, pembangunan infrastruktur mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Proyek-proyek yang BUMN Karya kerjakan dalam setahun rata-rata mempu menghasilkan Rp 100 triliun.

“Kami juga mendukung proyek-proyek penunjang G20 karena proyeknya cukup banyak dan besar di antaranya revitalisasi Taman Mini, Bandara Halim, Terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, serta Peningkatan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan di wilayah Labuan Bajo. Itu semua cukup untuk menggairahkan perekonomian setempat,” tutur Agung.

Peringkat Wika

Wika telah memperoleh peringkat A dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pefindo juga menegaskan peringkat obligasi berkelanjutan I tahun 2020 dan obligasi berkelanjutan II tahun 2021 Wika dengan peringkat A, serta sukuk mudharabah berkelanjutan I tahun 2020 dan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahun 2021 dengan peringkat A (sy).

Baca juga: Pengembangan KIT Batang Tahap II Dimulai, PTPP Garap Sejumlah Proyek

Peringkat tersebut mencerminkan optimisme Pefindo terhadap kinerja Wika sebagai perusahaan konstruksi yang kuat di industri nasional dan didukung dengan fleksibilitas keuangan yang kuat dan sumber pendapatan yang terdiversifikasi.

Salah satu yang cukup meningkatkan optimisme tersebut adalah tumbuhnya perolehan kontrak baru sebesar 56,76% (Rp 12,4 triliun secara year to date/YTD) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp7,9 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com