Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. Foto: Perseroan

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. Foto: Perseroan

Begini Pembacaan Hasil Voting PKPU Waskita Precast (WSBP)

Senin, 20 Juni 2022 | 15:10 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melanjutkan sidang untuk voting terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Hasil voting telah dibacakan. Selanjutnya menyisakan penyelesaian negosiasi antara perseroan dan para pemegang obligasi. 

"Kami sampaikan hasil voting dengan kreditur separatis atau kreditur pemegang jaminan kebendaan yang setuju 8 kreditur dengan mewakili total tagihan Rp 2,1 triliun dengan total suara 214.985 dengan persentase 80,56%," ucap salah satu anggota tim pengurus, Daud Napitupulu di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (20/6/2022).

Advertisement

Baca juga: Galva Technologies (GLVA) Tetapkan Rasio Pembagian Dividen Lebih Tinggi 33,33%

Daud menambahkan, terhadap kreditur separatis yang tidak setuju berjumlah satu kreditur dengan total tagihan sebesar Rp 518 miliar dengan total suara 51.894 dengan persentase sebesar 19,44%.

Terhadap kreditur konkuren atau kreditur tanpa memiliki jaminan kebendaan yang setuju sebanyak 271 kreditur dengan total tagihan sebesar Rp 3,6 triliun dengan total suara 367.144 dengan persentase 92,80%.

Sementara kreditur konkuren yang tidak setuju berjumlah 10 kreditur mewakili total tagihan sebesar Rp 284 miliar dengan total suara 28.490 dengan persentase 7,22%.

Baca juga: Voting PKPU Waskita Precast (WSBP), Kreditur Setuju Rencana Perdamaian

"Demikian hasil voting PKPU terhadap proposal perdamaian yang diajukan pihak WSBP," jelas Daud.

Adapun selanjutnya, sidang diskors karena pemegang saham mengajukan sejumlah keberatan. Hingga saat ini, sidang PKPU masih terus berlangsung dengan proses negosiasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak, baik tim perseroan dan pemegang obligasi.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN