Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: IST

Salah satu pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Foto: IST

Bayar Tagihan Rp 8 Triliun, Ini Skema yang Diajukan Waskita Precast (WSBP)

Senin, 20 Juni 2022 | 16:07 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melanjutkan sidang pemungutan suara atau voting terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Waskita Precast tercatat memiliki total kewajiban sekitar Rp 8,06 triliun dan mengajukan skema perdamaian dengan para kreditur.

Corporate Secretary Waskita Beton Precast Fandy Dewanto menyampaikan bahwa perseroan sudah berdiskusi panjang dengan seluruh kreditur mulai dari bank, vendor, dan para pemegang obligasi.

Baca juga: Begini Pembacaan Hasil Voting PKPU Waskita Precast (WSBP)

"Jadi, sidang kali ini tahapan terakhir. Manajemen terima kasih atas dukungan kepada kreditur dan alhamdulillah bisa kondusif voting-nya. Terus skema-skema yang ada juga sudah berdasarkan hasil diskusi panjang dengan semua kreditur," ucap Fandy kepada Investor Daily, Senin (20/6/2022).

Dengan demikian, hasil voting pada sidang kali ini sudah lebih menggambarkan proses PKPU yang berjalan selama ini. Fandy optimistis, seluruh kreditur bisa menyatakan setuju dengan proposal perdamaian yang diajukan. Mengingat, WSBP sudah berdiskusi panjang bersama seluruh kreditur.

Menurut Fandy, perpanjangan masa sidang hingga Senin (20/6/2022) ini dilaksanakan karena sidang yang berlangsung pada Jumat (17/6/2022) lalu, beberapa vendor yang sudah menyatakan setuju belum membubuhkan tanda tangan basah. Sebab, mekanisme di pengadilan masih menggunakan cara lama.

"Jadi, vendor (yang setuju tapi belum tanda tangan) hari ini harus datang. Mereka hari ini harus datang untuk tanda tangan basah karena voting-nya baru bisa ditutup jika semua kreditur sudah membubuhkan tanda tangan basah," terangnya.

Ia melanjutkan, pada persidangan PKPU Jumat lalu berlangsung cukup lama hingga pukul 19.30 WIB, terutama yang berkaitan dengan negosiasi bersama para kreditur dari pemegang obligasi. Berdasarkan hasil sidang Jumat lalu, vendor yang belum menyatakan setuju sebanyak enam vendor dari total kreditur sekitar 230.

"Total kreditur sekitar 360 termasuk sembilan bank. Tapi yang hadir pada sidang Jumat kemarin cuma 236 vendor dan 9 bank. Sedangkan kreditur yang hadir pada sidang hari ini lebih dari 236," ungkapnya.

Mengacu pada proses verifikasi utang yang terakhir, Fandy menyebut, perseroan memiliki total kewajiban sebanyak Rp 8,06 triliun. Untuk menyelesaikannya, WSBP telah mengajukan beberapa skema perdamaian di antaranya melalui pembayaran cash dengan tenor selama lima tahun, kemudian skema konversi ke saham, dan convertible bond atau obligasi konversi.

Baca juga: Lolos dari Ancaman Pailit, Dirut Garuda (GIAA) ke Karyawannya: Ini Bukan Waktu untuk Merayakan

Pada sidang Jumat kemarin, hampir seluruh kreditur dari perbankan sudah menyatakan setuju. Tinggal, menunggu persetujuan dari Bank ICBC dan kreditur yang belum hadir,  yang pada sidang hari ini akan hadir. Dengan demikian, dari total 236 kreditur, 6 kreditur yang menolak. Terhadap para pemegang obligasi juga, perseroan sudah berdiskusi. Tinggal menunggu putusan hakim pengawas.

"Jadi, penyelesaian lima tahun buat vendor. vendor itu dibagi dua ada yang dibayar lima tahun, ada yang sebagian dikonversi menjadi saham karena mereka waktu kita roadshow, mereka tertarik untuk diubah menjadi saham. Mungkin, mereka pikir punya potensi naik dan mereka jadi untung. Jadi mereka prefer jadi saham," paparnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com