Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) 
Sumber: Istimewa

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Sumber: Istimewa

Berdamai dengan Kreditur, Bagaimana Prospek Saham GIAA dan WSBP?

Selasa, 21 Juni 2022 | 05:40 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menuntaskan pemungutan suara atau voting terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Namun, capaian ini belum serta merta bisa mengembalikan minat investor untuk mengoleksi saham dua emiten BUMN tersebut. Lalu bagaimana prospek kedua saham tersebut?

Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada berpendapat, GIAA dan WSBP perlu aktif menginformasikan rencana kerja mereka setelah berhasil mengantongi izin kreditur untuk menunda pembayaran utang.

Advertisement

Reza menyebutkan, emiten tersebut bisa mengumumkan bagaimana cara mereka menjalankan bisnis setelah PKPU, apakah akan menata kembali model bisnisnya, hingga mencoba pengembangan bisnis lain. Informasi ini akan memberikan gambaran pelaku pasar saham dan menentukan reaksi mereka terhadap minat membeli saham GIAA maupun WSBP.

Baca juga: Masih Ada Lessor Keberatan Voting PKPU, Bos Garuda (GIAA) Buka Suara

“Hasil PKPU paling tidak bisa memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar (saham) sehingga nantinya mereka punya penilaian positif ke depan. Tetapi butuh paparan rencana kerja berikutnya sehingga tidak sebatas menang PKPU,” ungkap Reza kepada Investor Daily, Senin (20/6/2022).

Rencana kerja tersebut juga menurut Reza, dapat memperlihatkan kemampuan emiten dalam menyelesaikan piutangnya, hingga akhirnya mampu kembali mengantongi laba dan menguntungkan pemegang saham.

“Selanjutnya, pelaku pasar masih wait and see kapan suspensi saham dibuka. Sebab, yang penting adalah apakah likuiditas saham itu kembali ada,” ucap dia.

Baca juga: Keuangan Garuda (GIAA) Bisa Sehat, Kuncinya Efisiensi dan Rute Domestik

Dihubungi secara terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu performa kinerja laporan keuangan GIAA.

“Jika masih underperform maka pasar lebih cenderung bersikap wait and see. Begitu pun dengan WSBP,” jelasnya.  

Sementara, laporan keuangan GIAA terbaru yang bisa diakses hanya laporan keuangan kuartal III-2021. Sehingga Nafan menilai, publik juga menunggu keterbukaan kinerja keuangan GIAA pada kuartal IV-2021 dan kuartal I-2022. Baru kemudian bisa menentukan dukungannya pada keuangan maskapai penerbangan nasional tersebut.

“Kinerja bottom line yang meningkat signifikan akan terefleksikan terhadap apresiasi pergerakan harga saham,” paparnya.

Baca juga: Lolos dari Ancaman Pailit, Waskita Precast (WSBP) Fokus Raih Kontrak Baru

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan menambahkan, kinerja Garuda Indonesia tergolong berat. Terlebih dengan adanya Covid-19 lagi varian B-4 dan B-5 serta cacar monyet.

“Saya yakin perlu reformasi yang besar, di samping restrukturisasi yang signifikan, apabila Garuda Indonesia ingin diperjuangkan kembali untuk sehat. Beban kerugian Garuda Indonesia pada posisi rasio utang terhadap aset yang besar itu menyulitkan Garuda Indonesia untuk bangkit, sekalipun kondisi kesehatan masyarakat sudah pulih dan perekonomian telah membaik,” kata Sugiyono.

Sedangkan untuk WSBP, dengan melihat rasio besar kerugian dibandingkan total aset, ia justru optimistis prospek BUMN konstruksi ini masih akan baik dan mampu bangkit serta membayar utang-utangnya.

Sebelumnya, optimisme yang sama juga diungkapkan Direktur Operasional I PT Waskita Karya Tbk (WSKT) I Ketut Pasek Senjaya Putra. Ia yakin hasil PKPU WSBP akan menciptakan kenyamanan dan keamanan berbisnis bagi pemilik saham maupun perseroan. “Saya rasa kita masih bisa eksis. InsyaAllah ada titik temu yang bisa sama-sama nyaman,” ujar Pasek. (C02)

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN