Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tangki penyimpanan terlihat di Kilang Los Angeles Marathon Petroleum, yang memproses minyak mentah domestik dan impor di Carson, California, AS pada 11 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Bing Guan/File Photo)

Tangki penyimpanan terlihat di Kilang Los Angeles Marathon Petroleum, yang memproses minyak mentah domestik dan impor di Carson, California, AS pada 11 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Bing Guan/File Photo)

Minyak Tersungkur Dibebani Pemulihan Produksi Libya Serta Rencana Biden

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:11 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Riset ICDX menyebut harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sinyal pemulihan produksi Libya. Serta, rencana penangguhan pajak gas federal AS serta desakan pada produsen energi AS untuk segera meningkatkan produksi. Meski demikian, isyarat penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan krisis energi di Eropa membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Tim Riset ICDX menjelaskan, produksi minyak Libya dalam seminggu terakhir telah meningkat hingga 800 ribu bph, ungkap Menteri Energi Mohamed Oun pada hari Selasa. Sebelumnya, akibat ketegangan politik dan aksi protes di ladang minyak dan pelabuhan telah menyebabkan produksi di negara pemilik cadangan minyak terbesar di Afrika tersebut merosot hingga menjadi 100 ribu - 200 ribu bph pada 13 Juni. Pada awal pekan, Oun sempat melaporkan produksi telah naik menjadi sekitar 700 ribu bph.

“Meski demikian, masih ada potensi kembali terjadi penurunan pada produksi dalam beberapa hari ke depan karena ladang Waha Oil Co yang beroperasi di timur negara itu, mungkin harus menghentikan produksi sepenuhnya karena protes, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut,” tulis Tim Riset ICDX dalam risetnya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Redistribusi Pupuk Harus Diimbangi Perbaikan Data Petani

Turut membebani pergerakan harga, Tim Riset ICDX menambahkan dalam upaya mengatasi kenaikan harga bensin dan inflasi, Presiden AS Joe Biden berencana menangguhkan pajak gas federal sebesar US$ 18,4 sen per galon untuk bensin, yang akan diumumkan pada pukul 2 siang waktu setempat hari Rabu, ungkap sumber pada hari Selasa. Harga rata-rata bensin AS pada 11 Juni telah mencapai lebih dari US$ 5 per galon untuk pertama kalinya. Selain itu, Biden juga berencana bertemu dengan 7 produsen energi pada hari Kamis guna mendesak mereka untuk meningkatkan produksi agar dapat membantu menurunkan harga bensin.

Sementara itu, tulis Tim Riset ICDX menyebuut, para pemimpin Uni Eropa (UE) yang akan bertemu pada KTT minggu ini mengisyaratkan untuk menerapkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, dimana dalam daftar draft sanksi tersebut, aset emas merupakan salah satu potensi untuk dijadikan target, ungkap sumber pada hari Selasa. Selain itu, UE juga setuju untuk mendorong dukungan militer pada Ukraina serta mempercepat rencana untuk mendanai rekonstruksi Ukraina dengan besaran dana darurat baru mencapai hingga 9 miliar Euro (US$ 9,45 miliar).

Baca juga: Saham Asia Pasifik Naik Mengikuti Wall Street

Masih dari Eropa, krisis energi yang dipicu oleh pengetatan pasokan gas mulai terlihat di beberapa negara ekonomi utama UE seperti Jerman dan Italia. Aliran gas Rusia yang dipompa melalui Ukraina mulai dikurangi dan Pipa Nord Stream 1 di bawah Baltik, rute pasokan gas ke Jerman, beroperasi dengan kapasitas hanya 40%. Perlambatan tersebut menghambat upaya UE untuk meningkatkan pasokan gas sebelum memasuki musim dingin nanti.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 100 per barel,” tutup Tim Riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com