Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Sentimen Ini Jadi Penyebab IHSG Nyemplung ke Zona Merah

Rabu, 22 Juni 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada sesi I perdagangan Rabu (22/6/2022), IHSG ditutup nyemplung ke zona merah setelah melemah 0,44% ke level 7.012. Apa penyebabnya?

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut,ada beberapa sentimen yang menyebabkan IHSG nyemplung ke zona merah, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. 

Dari luar negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG dan indeks pasar saham regional Asia mengalami koreksi. Hal itu tampaknya disebabkan pasar masih terbebani kekhawatiran terus-menerus tentang suku bunga dan inflasi tetap menjadi fokus utama perhatian pelaku pasar dan investor.

“Dimana kebijakan bank sentral seluruh dunia berusaha menekan laju inflasi dengan mendorong kebijakan moneter yang menaikan suku bunga tentunya ini akan mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Bukalapak (BUKA), Grab dan Emtek (EMTK) Lanjutkan Program Kota Masa Depan di Gowa, Malang dan Pekanbaru

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyampaikan, resesi ekonomi di Amerika Serikat (AS) tidak terhindarkan dimana lonjakan inflasi dan gangguan rantai pasok yang diperburuk perang di Ukraina telah meningkatkan pesimisme.

Sedangkan dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, kasus baru Covid-19 menjadi perhatian pasar. Berdasarkan data satgas Covid-19 per kemarin, tambahan 1.678 kasus baru. Sehingga total menjadi 6.070.933 kasus positif. “Meningkatnya kasus baru dalam sepekan ini dikuatirkan akan memicu menjadi muncul gelombang baru,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: ASII Jadi Incaran Utama, Investor Asing Bukukan Net Buy Rp 956,36 M

Di Tengah ancaman gelombang baru, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pasar berharap kebijakan protocol kesehatan jangan diabaikan dan jangan sampai terlena. Sebab, dapat menyebabkan akselerasi pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan di tengah ancaman resesi global.

“MNCN. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 970-1.055. PER: 6,09x dan PBV: 0,81x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com