Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Per 27 Juni 2022, BEI Tutup Kode Investor Asing dan Lokal

Rabu, 22 Juni 2022 | 13:33 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Per 27 Juni 2022, Busar Efek Indonesia memutuskan untuk menutup kode investor asing dan domestik. Dengan demikian, selama jam perdagangan bursa, pelaku pasar tidak bisa bisa melihat pola transaksi yang dilakukan investor asing maupun lokal.

Hal itu sejalan dengan surat keputusan BEI nomor S-04224/BEI.IBI/05-2022 perihal pengujian penutupan kode domisili investor pada area replika JATS pada tanggal 27 Mei 2022.

“Kami menghimbau kepada nasabah bapak/ibu untuk menyampaikan informasi kepada para nasabah dan memastikan kesiapan sistem dari perusahaan bapak ibu,” tulis Direktur BEI Laksono Widodo dikutip dari surat yang ditujukan kepada Anggota Bursa (AB).

Baca juga: Sentimen Ini Jadi Penyebab IHSG Nyemplung ke Zona Merah

Pada surat edaran tersebut, BEI juga menyebutkan bahwa penghapusan informasi real time kode broker dan domisili investor bertujuan untuk memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior.

Pada kesempatan terpisah, Laksono menjelaskan JATS (Jakarta Automated Trading System) generasi Fix 5.0 digunakan untuk trading. Sedangkan protokol ITCH untuk market datanya. Saat ini, terdapat 44% AB yang masih melakukan proses upgrade system tersebut. BEI memberikan dukungan agar AB dapat segera melakukan upgrade dengan memberikan perpanjangan waktu hingga 31 Agustus 2022.

Baca juga: Ini Daftar Saham-Saham Cetak Untung di Atas 7%

“Saat ini sudah ada 56% (53 dari total 93 AB) dan 64% (9 dari total 14 Data Vendor) yang live ITCH Protocol,” jelasnya.

Sedangkan untuk protokol ITCH, Laksono mengatakan sesuai dengan penyampaian melalui surat ke seluruh AB, bagi AB yang aplikasinya belum dapat mengambil data dari ITCH diberikan perpanjangan sampai dengan. akhir Agustus 2022. Bagi Data Vendor, saat ini belum ada penyampaian ke mereka untuk diberi kesempatan sampai dengan akhir Agustus. Untuk itu, relaksasi hanya berlaku untuk AB sampai 31 Agustus 2022.

“Untuk AB akan diberikan batas waktu sampai 31 Agustus 2022. Saat ini kami masih melakukan asesmen mengenai dampak penutupan datafeed kepada Data Vendor pada 30 Juni 2022, untuk menentukan apakah perlu dilakukan relaksasi atau tidak,” tutupnya.  

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN