disini
Sribu Siap Ekspansi Ke Pasar Regional dalam 3-4 Tahun Kedepan
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder dan CEO Sribu Ryan Gondokusumo

Founder dan CEO Sribu Ryan Gondokusumo

Sribu Siap Ekspansi Ke Pasar Regional dalam 3-4 Tahun Kedepan

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:28 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Sribu Digital Kreatif (Sribu) dalam 3-4 tahun kedepan akan ekspansi ke pasar regional, seperti Singapura dan Vietnam. Langkah ini makin mantap setelah start-up yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi konten dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing tersebut diakuisisi oleh Mynavi Corporation Japan (Mynavi) sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 51%. Hal ini menambah catatan penting dalam perjalanan Sribu selama 10 tahun terakhir ini, di mana sebelumnya perusaahaan juga telah dipercaya dan memperoleh pendanaan dari East Venture, Asteria, dan CrowdWorks.

“Saat ini masih fokus ke pasar Indonesia karena masih sangat luas. Tapi, kedepan kita akan ekspansi ke Singapura, Vietnam dalam 3-4 tahun kedepan. Kita kurasi market-nya yang Bahasa Inggris,” kata Founder dan CEO Sribu Ryan Gondokusumo, dikutip Kamis (23/6/2022).

Advertisement

Saat ini, Sribu memiliki dua model bisnis yakni Sribu Platform yang dan Sribu Solution. Di Sribu Plaform perusahan menawarkan layanan kepada perusahaan UMKM. Tercatat saat ini jumlah klien sudah mencapai 15.000 lebih dengan jumlah freelancer terkurasi sebanyak 26.000-27.000. “Targetnya 4 tahun kedepan akan ada 100.000-an jumlah klien dengan jumlah freelancer 30.000-40.000,” sebutnya.

Sementara, Sribu Solution mengincar perusahaan menengah dan besar dengan scope pekerjaan yang besar dan kontrak kerja mulai dari 1 hingga 3 tahun dengan menawarakan solusi jasa pemasaran digital yang terintegrasi (end-to-end).

“Sribu Platform sudah ada 25.000 transaksi dan Solution sudah handle 50 klien, kita targetkan 200-300 klien 4 tahun kedepan,” ucap ia.

Baca juga: Platform Pekerja Lepas “Sribu” Diakusisi Perusahaan SDM Asal Jepang

Ryan menuturkan, saat ini porsi Sribu Platform masih memberikan kontribusi terbesar ke pendapatan perseroan, baru kemudian Sribu Solution. Di mana, porsinya 70% dan 30% yang akan dijaga kedepannya.

Lebih lanjut, Ryan memaparkan bahwa potensi bisnis di sektor freelancing di Indonesia mengalami perkembangan yang positif dan cukup menjanjikan selama 10 tahun terakhir. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah freelancer dan jumlah klien atau perusahaan yang menggunakan jasa freelancer melalui platform Sribu. Pertumbuhan bisnis Sribu secara konsisten bertumbuh dengan rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 15% per tahun.

Masa depan sektor freelancing di Indonesia akan semakin cerah dengan semakin terbiasanya perusahaan maupun pekerja terhadap sistem kerja jarak jauh. Sribu melihat bahwa adopsi sistem kerja jarak jauh membuat perusahaan atau pelaku usaha cenderung untuk beralih fokus, dari yang sebelumnya lebih berfokus pada jumlah jam kerja, menjadi berfokus pada kinerja SDM-nya.

Sribu meyakini ekosistem freelancing di Indonesia akan semakin solid. Dari sisi supply peminat freelancer akan terus meningkat seiring semakin nyamannya orang bekerja dengan sistem kerja jarak jauh yang lebih fleksibel.

Di sisi lain, Sribu didirikan pada tahun 2011 berdasarkan hasil riset di mana terdapat beberapa kendala yang sering terjadi, misalnya dari sisi pelaku usaha mengalami sulitnya mencari freelancer yang kredibel dan berkualitas, kemudian kesulitan untuk berkomunikasi dengan freelancer yang mengakibatkan pada hasil kerja yang tidak memuaskan, dan juga adanya keraguan merekrut freelancer karena tidak adanya organisasi yang dapat dimintai pertanggungjawabannya bila terjadi kendala/masalah.

Baca juga: Pendapatan Sribu Naik Dua Kali Lipat

Sementara dari sisi freelancer sering kali terkendala akibat brief pelaku usaha yang kurang jelas dan berubah-ubah, durasi proyek yang lebih panjang karena respons yang lambat dari klien, kekhawatiran akan sulitnya proses pembayaran, hingga sulitnya mengembangkan bisnis karena keterbatasan informasi terkait peluang kerja.

“Hal ini yang melatarbelakangi kehadiran Sribu sepuluh tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2011. Melalui platform kami, Sribu.com dan Sribulancer.com, kami memiliki visi dan misi untuk menjadi wadah atau platform digital berbasis crowdsourcing yang memungkinkan para freelancer dan pelaku usaha dapat saling menemukan dan bertransaksi dengan mudah, nyaman dan aman,” tutur Ryan.

Di Sribu, terdapat beragam skema perekrutan freelancer yang fleksibel sehingga pelaku usaha dapat memilih jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, budget, dan hasil yang ingin dicapai. Misalnya melalui kontes, posting job, perekrutan langsung, paket jasa, maupun layanan terintegrasi branding dan pemasaran digital (dari strategi sampai eksekusi).

Perusahaan juga dapat memilih dari beragam jenis layanan yang diperlukan, termasuk diantaranya pemasaran digital, desain, branding, pembuatan konten (fotografi, videografi penulisan), pembuatan website dan aplikasi mobile, dan lain-lain.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN