Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara Indonesia (foto: istimewa)

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara Indonesia (foto: istimewa)

Saham Emiten BUMN Konstruksi Melesat, Apa Pemicunya?

Kamis, 23 Juni 2022 | 15:38 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Saham-saham emiten BUMN konstruksi ditutup melesat sepanjang hari ini. Penguatan tersebut seiring dengan rencana pemerintah untuk mulai konstruksi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bulan depan.

Baca juga: Groundbreaking Istana, Civic Center, dan Fasilitas Publik IKN Dimulai Juli 2022

Kenaikan tertinggi dicetak saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang melesat Rp 55 (7,53%) menjadi Rp 785, saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik Rp 40 (4,42%) menjadi Rp 945, PT PP Tbk (PTPP) menguat Rp 40 (4,42%) menjadi Rp 945, dan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menguat Rp 25 (4,85%) menjadi Rp 540.

Analis Mandiri Sekuritas Farah Rahmi Oktaviani dan Adrian Joezer dalam risetnya menyebutkan bahwa perolehan kontrak baru empat emiten BUMN konstruksi tersebut menunjukkan peningkatan pesat menjadi Rp 31,1 triliun hingga April 2022 atau melonjak 107% dari realisasi periode yang sama tahun lalu. Raihan tersebut setara dengan 25% dari total target kontrak baru keempat emiten tersebut tahun ini.

Pertumbuhan perolehan kontrak baru tersebut, ungkap Mandiri Sekuritas, bakal lebih pesat lagi sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mempercepat tender proyek infrastruktur mulai Mei 2022. Hal ini bisa menjadikan target kontrak baru empat emiten BUMN konstruksi akan melampaui estimasi sebelumnya.

Adapun WIKA dan ADHI adalah emiten BUMN konstruksi dengan raihan kontrak baru terbanyak sampai April 2022. WIKA mencatatkan kontrak baru senilai Rp 10,4 triliun dan ADHI Rp 8,2 triliuin.

Baca juga: Anggaran IKN Dinaikkan di 2023, BUMN Konstruksi Diuntungkan

Mengenai realisasi kinerja keuangan emiten BUMN konstruksi pada kuartal I-2022, Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi perolehan labanya memang masih berada di bawah target. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan margin keuntungan akibat kenaikan harga bahan baku dan sejumlah emiten masih mencatatkan pekerjaan yang rendah hingga akhir Maret. Bahkan hampir seluruh emiten konstruksi mencatatkat arus kas yang negatif hingga Mei 2022.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN