Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Hore, IHSG Dibuka Terkerek 24,27 Poin Jelang Akhir Pekan

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:02 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ditutup menguat sebesar 13 poin (0,20%) ke level 6.998, IHSG dibuka menguat pada perdagangan sesi I jelang akhir pekan, Jumat (24/6/2022). IHSG terkerek 24,27 poin (0,35%) di level 7.022. Pada awal-awal perdagangan, IHSG bergerak menghijau pada rentang 7.019-7.024.

Tercatat sebanyak 77,36 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 132,85 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 6.121 kali transaksi. Sebanyak 83 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 39 saham terkoreksi, dan 88 saham stagnan.

Wall Street membukukan kenaikan solid pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didorong kinerja yang kuat dari saham-saham defensif dan teknologi yang mengatasi penurunan untuk kelompok-kelompok yang sensitif secara ekonomi karena berlanjutnya kekhawatiran tentang potensi resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 194,23 poin atau 0,64%, menjadi menetap di 30.677,36 poin. Indeks S&P 500 bertambah 35,84 poin atau 0,95%, menjadi berakhir di 3.795,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 179,11 poin atau 1,62%, menjadi ditutup di 11.232,19 poin.

Baca juga: Mirae: IHSG Konsolidasi, Cek Rekomendasi BIRD, MLIA, BRMS

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan perawatan kesehatan masing-masing terdongkrak 2,35% dan 2,22%, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor energi tergelincir 3,75%, menjadikannya kelompok berkinerja terburuk.

Indeks acuan S&P 500 berayun antara positif dan negatif selama sesi, tetapi saham-saham mulai bergerak menuju penutupan pasar. Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS turun ke posisi terendah dua minggu, mendukung saham-saham teknologi dan pertumbuhan sensitif suku bunga lainnya.

Perdagangan tetap bergejolak setelah S&P 500 minggu lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020. Investor mempertimbangkan seberapa jauh saham bisa jatuh setelah indeks awal bulan ini turun lebih dari 20% dari tertinggi sepanjang masa Januari, membenarkan definisi umum dari pasar bearish.

Saham di kawasan Asia-Pasifik beragam pada hari Jumat karena investor menimbang kekhawatiran resesi. Di pasar Jepang, Nikkei 225 naik 0,13%, sedangkan Topix turun 0,11%. Kospi Korea Selatan naik 0,7%, dan Kosdaq naik 1,34%. S&P/ASX 200 di Australia tergelincir 0,21%. Pasar Selandia Baru ditutup untuk liburan pada hari Jumat.

Baca juga: BRI Danareksa Sekuritas: IHSG Cenderung Naik, Cermati MAIN, PWON, dan TLKM

Harga konsumen inti di Jepang naik 2,1% untuk bulan Mei dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan, menurut Reuters. Itu di atas target Bank of Japan dari inflasi 2%. Namun, harga konsumen hanya naik 0,8% jika makanan segar dan energi dikeluarkan.

Ke depan, perusahaan logistik GoGoX akan memulai perdagangan di pasar Hong Kong. Gubernur Reserve Bank of Australia, Philip Lowe, juga akan berbicara tentang inflasi di kemudian hari.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprekirakan IHSG berpotensi melanjutkan rebound pada Jumat (24/6/2022). IHSG berpotensi bergerak pada resistance 7.050, pivot 7.000, dan support 6.950. Cermati saham defensif dan konstruksi pada perdagangan hari ini.

Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG berpotensi melanjutkan rebound ke level psikologis 7.000 hingga resistance 7.050. Pasca ditutup di atas MA5 6987 di Kamis (23/6/2022). “MACD menunjukkan penyempitan slope dan Stochastic RSI cenderung bergerak naik dari oversold area mendukung perkiraan rebound akan berlanjut,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Saham Pilihan untuk Trading 24 Juni dan Target Harganya

Phintraco Sekuritas menambahkan, pelaku pasar merespon positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali mempertahankan BI-7DRRR di 3,5% di Juni 2022. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility Rate dan Lending Facility Rate juga dipertahankan di 2,75% dan 4,25%. Selain itu, BI juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan sebelumnya yakni di kisaran 4,5%-5,3% di tahun 2022.

Dari eksternal, Phintraco Sekuritas menjelaskan, sentimen negatif muncul dari penurunan S&P Global Manufacturing PMI Flash Jerman ke level 52.4 di Juni 2022 dari 54.8 di Mei 2022. “Penurunan akan indeks manufaktur dikhawatirkan sebagai akibat kenaikan harga komoditas dan energi,” tambah Phintraco Sekuritas.

Lebih lanjut Phintraco Sekuritas mengatakan, kecenderungan pelaku pasar kembali mengoleksi saham-saham defensif berpotensi berlanjut pada perdagangan Jumat (23/6/2022). Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya INDF, HRUM, TLKM, ASII, BJBR dan BBYB. Saham-saham konstruksi seperti WIKA, ADHI, PTPP dan WSKT juga dapat diperhatikan.

“Karena alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrasktruktur dasar di IKN sebesar Rp43,73 triliun dari tahun 2022-2024,” tutup Phintraco Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN