Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi emas

Ilustrasi emas

Dolar AS Melemah Mendorong Naik Harga Emas

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:52 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia mengalami kenaikan ke zona US$ 1.824 per troy ons pada perdagangan Jumat (24/6/2022) pagi ini akibat melemahnya kinerja mata uang Dolar AS dan rilisnya data PMI AS yang lebih rendah dari sebelumnya sebesar 52.4 dari sebelumnya 57.0, angka ini menjadi perkiraan awal Indeks Manajer Pembelian Layanan (PMI) untuk suatu negara yang mencerminkan hasil survei mengenai kondisi ekonomi dan bisnis di sektor jasa, angka yang lebih rendah dari sebelumnya mencerminkan gambaran kondisi ekonomi negara tersebut.

Penurunan indeks dollar pada hari ini karena sejumlah sentimen pasar tetap suram dalam beberapa hari terakhir karena para pelaku pasar takut resesi setelah bank sentral utama bergegas untuk suku bunga yang lebih tinggi dan sejumlah data PMI yang tidak memuaskan, walaupun dalam berita yang beredar Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu lalu memberikan komentar untuk tidak mencoba merekayasa resesi di Amerika Serikat untuk menghentikan inflasi tetapi berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga bahkan jika hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi.

Baca juga: Gagal ke Rp 1 Juta, Harga Emas Antam Justru Turun Rp 7.000 Jadi Rp 992.000 Per Gram

Pada pertemuan Kamis, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell juga mengutip kesengsaraan inflasi dan resesi sebagai tantangan untuk memastikan pendaratan yang mulus, meskipun mengharapkan pertumbuhan yang lebih kuat tahun ini. Kekhawatiran yang terjadi membuat emas bergerak menguat karena emas merupakan aset yang aman ketika ekonomi memburuk sehingga investor lebih memilih produk emas.

Berdasarkan riset ICDX, Jumat (24/6/2022) harga emas naik dengan support saat ini beralih ke area US$ 1.810 dan resistance terdekat berada di area US$ 1.850. Support terjauhnya berada di area US$ 1.790 hingga ke area US$ 1.750, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 1.850 hingga ke area US$ 1.870.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN