Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anteraja, salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Anteraja, salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Adi Sarana (ASSA) Menggebrak, Target Harga Saham Masih Lebar

Jumat, 24 Juni 2022 | 17:35 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menggebrak pada kuartal I-2022, yang terlihat dari perolehan laba bersih sebesar Rp 73 miliar atau melesat 123,5% secara tahunan atau naik 16,9% secara bulanan. Segmen bisnis jual mobil bekas dan Anteraja mampu memberikan keuntungan besar bagi ASSA, dan masih menjanjikan pertumbuhan yang kuat ke depannya.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, kenaikan laba tersebut tidak lepas dari pendapatan ASSA yang meningkat menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2022, naik 59,5% secara tahunan atau tumbuh 4,7% secara bulanan. Hal itu ditopang oleh pertumbuhan logistik dan transportasi.

Advertisement

Baca juga: Harga Batu Bara Tinggi, Saham United Tractors (UNTR) Masih Bisa Naik Tinggi? 

“Kami melihat ASSA dapat menumbuhkan top line-nya menjadi Rp 6,7 triliun (naik 32% yoy), yang akan didorong oleh pertumbuhan Anteraja, meskipun akan ada beberapa tantangan yang dihadapi seperti potensi kenaikan suku bunga. Kami mempertahankan rekomendasi buy untuk ASSA dengan target harga Rp 2.600,” tulis analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dalam risetnya.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (24/6/2022), ASSA ditutup menguat Rp 25 (1,39%) ke posisi Rp 1.820. Dengan target harga Rp 2.600, ASSA memiliki potensi gain sebesar 42,8%.

Menurut Farras, keberhasilan anak usaha ASSA, yaitu Anteraja, dalam mengirim rata-rata 1 juta parsel/hari pada 2021 dapat menjadi tren positif bagi perusahaan untuk dapat mencatat pengiriman 1,3 juta parsel/hari, didorong oleh inisiatif kolaborasi dengan pemain ritel dan e-commerce.

Meski demikian, tahun ini akan ada beberapa tantangan bagi Anteraja, salah satunya potensi kenaikan suku bunga yang akan berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat kepada e-commerce dan toko ritel. “Dengan demikian, kami memproyeksikan Anteraja akan mencatat pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun (naik 50% yoy), namun dengan margin yang tertekan menjadi 7% (-2,466 bps) imbas dari katalis tersebut,” papar Farhan.

Baca juga: PGN (PGAS) Tergolong Defensif, Target Harga Sahamnya Baru nih!

Kenaikan suku bunga juga dapat berdampak pada penjualan dan lelang mobil bekas oleh anak usaha ASSA yang lain, yakni PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Meski demikian, dia melihat ASSA masih memiliki tren pertumbuhan positif tahun ini sebagai proxy digital dengan proyeksi top line sebesar Rp 6,7 triliun (naik 32% yoy) dan laba bersih sebesar Rp 250 miliar, setara dengan +75,2% pertumbuhan EPS.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN