Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara

ilustrasi harga minyak sumber: Antara

Minyak Jatuh Saat G7 Perdebatkan Kesepakatan Nuklir Iran

Senin, 27 Juni 2022 | 09:45 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id - Harga minyak tergelincir lebih dari US$ 1 per barel di awal perdagangan Asia pada Senin (27/6/2022). Karena kekhawatiran ekonomi global menekan prospek permintaan minyak sementara investor mengamati pertemuan G7 minggu ini untuk kemungkinan pergerakan ekspor minyak Rusia dan kebangkitan kembali kesepakatan nuklir Iran.

Minyak mentah berjangka Brent tergelincir US$ 1,42 dolar AS atau 1,3 %, menjadi diperdagangkan di US$ 111,70 per barel pada pukul 00.10 GMT setelah rebound 2,8% pada Jumat (24/6). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,54 atau 1,4%, menjadi diperdagangkan di US$ 106,08 per barel, menyusul kenaikan 3,2% di sesi sebelumnya.

Kedua kontrak mencatat penurunan mingguan kedua pekan lalu, karena kenaikan suku bunga di negara-negara ekonomi utama memperkuat dolar dan mengipasi ketakutan resesi. Namun, harga minyak tetap didukung dengan baik di atas US$ 100 per barel karena pasokan minyak mentah dan produk minyak tetap ketat setelah sanksi Barat membuat minyak Rusia tidak terjangkau oleh beberapa pembeli.

Baca juga: Negara-Negara G7 Umumkan Larangan Impor Emas Rusia

Para pemimpin negara-negara kaya G7 diperkirakan akan membahas opsi minggu ini untuk mengatasi kenaikan harga energi dan mengganti impor minyak dan gas Rusia, serta sanksi lebih lanjut yang tidak memperburuk inflasi.

Langkah-langkah ini termasuk kemungkinan pembatasan harga pada ekspor minyak mentah dan produk minyak Rusia yang bertujuan untuk membatasi pendapatan Rusia sambil mengurangi kerusakan pada ekonomi lain.

"Tidak jelas apakah batas harga akan mencapai hasil ini. Masih belum ada yang menghentikan Rusia untuk melarang ekspor minyak dan produk olahan ke negara-negara G7 sebagai tanggapan atas pembatasan harga, memperburuk kondisi kekurangan di pasar minyak global dan produk olahan,” kata analis Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar dalam sebuah catatan.

Baca juga: Pasar Asia Pasifik Menguat Saat Investor Memantau Kekhawatiran Resesi

G7 juga akan membahas prospek menghidupkan kembali pembicaraan nuklir Iran setelah kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa bertemu dengan pejabat senior di Teheran untuk mencoba membuka blokir negosiasi yang macet, kata seorang pejabat kepresidenan Prancis, Minggu (26/6/2022).

"Pekan ini, fokus pedagang mungkin pada potensi dilanjutkannya pembicaraan nuklir Iran, yang dapat mengarah pada kebangkitan ekspor minyak Iran," kata analis CMC Markets, Tina Teng.

Selain itu, beberapa pemimpin G7 mendorong pengakuan akan kebutuhan pembiayaan baru untuk investasi energi fosil, dua sumber mengatakan kepada Reuters pada Minggu (26/6/2022) ketika negara-negara Eropa berjuang untuk mendiversifikasi pasokan.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com