Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi emas

Ilustrasi emas

Dolar AS Melemah Menopang Pergerakan Harga Emas

Senin, 27 Juni 2022 | 10:55 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga emas menguat ke zona US$ 1.831,77 per troy ons. Pada Senin (27/6/2022) pagi hari ini harga emas bergerak menguat dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Menguatnya harga emas ditopang oleh pergerakan index dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah karena investor membuang asetnya di tengah ekspektasi kinerja yang buruk dari data ekonomi AS.

Pergerakan emas saat ini terjadi karena index dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak di zona 103.77 dibandingkan sebelumnya yang bergerak di zona 103.95 sehingga mendorong pergerakan harga emas. Selain itu faktor seperti perlambatan ekonomi AS dan sentiment dari rencana anggota G7 yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Kanada yang berencana untuk mengumumkan larangan impor emas dari Rusia ikut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Advertisement

Baca juga: Negara-Negara G7 Umumkan Larangan Impor Emas Rusia

Emas adalah aset yang dihargakan dengan dolar sehingga saat dolar mengalami pelemahan harga emas terasa lebih murah terutama bagi investor yang memiliki mata uang lainnya karena itu produk emas menjadi lebih menarik.

Berdasarkan riset ICDX, Senin (27/6/2022) harga emas menguat dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.815,38 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.853,88. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.806,37 hingga ke areal US$ 1.793,27, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.872,72 hingga ke areal US$ 1.883,37.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN