Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik PT Polychem Indonesia Tbk. (Foto: Perseroan)

Pabrik PT Polychem Indonesia Tbk. (Foto: Perseroan)

Capex Rp 370 Miliar, Berikut Rencana Aksi Polychem (ADMG)

Senin, 27 Juni 2022 | 21:59 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 25 juta atau Rp 370 miliar yang akan dipakai untuk keperluan optimalisasi produksi dan penjualan produk EO Derivatives.

Seperti yang diketahui, penjualan Polychem turun 7% (yoy) menjadi US$ 45,52 juta pada kuartal I-2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$ 43,27 juta berasal dari segmen bisnis kimia, sedangkan segmen polyester menyumbang penjualan sebesar US$ 2,25 juta.

Advertisement

Baca juga: Terdampak Perang Rusia-Ukraina, Chandra Asri (TPIA) Rugi US$ 11 Juta

Menurut Corporate Secretary Polychem Indonesia Yendrizal, pendanaan capex ini berasal dari kas internal perusahaan. Perseroan memiliki kemampuan produksi EO Derivatives sebanyak 80.000 ton per tahun melalui pabrik di Serang, Banten. Produk ini merupakan bahan baku pembuatan personal care, emulsifier, dan agrochemicals.

Selain itu, ADMG memiliki rencana untuk menambah kapasitas produksi di pabrik-pabriknya yang berlokasi di Serang dan Karawang sebesar 40.000-60.000 ton. “Ini merupakan rencana yang bersifat jangka panjang dan untuk sekarang belum ada pembangunannya,” tutur Yendrizal dalam paparan publik, Senin (27/6/2022).

Pada tahun ini, ADMG sedang melakukan studi untuk pengembangan produk baru seperti CO2, polyols, dan ethylene carbonate (EC), serta pengembangan produk etoksilat yang baru. Adapun kuartal I-2022 penjualan tercatat sebesar US$ 45,52 juta menurun 7,1% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 49 juta. Namun, pendapatan penjualan pada produk chemical naik 14% dari US$ 35,6 juta pada kuartal I-2021 menjadi US$ 40,7 juta pada kuartal I-2022

Sementara itu, ADMG mencatatkan rugi bersih sebelum pajak sebesar US$ 5,08 juta pada kuartal I-2022, sedangkan di kuartal I-2021 perusahaan ini masih meraih laba bersih sebelum pajak US$ 1,28 juta.

Baca juga: Chemstar Indonesia (CHEM) Tawarkan Harga IPO Rp 150-190 Per Saham

Sebelumnya, ADMG menghentikan sementara operasional pabrik polyester di Karawang akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkelanjutan, sehingga pasar downstream sangat lesu. Faktor lainnya, perang Rusia-Ukraina yang diperkirakan akan berlangsung panjang yang mengakibatkan harga minyak mentah dunia naik tajam.

Yendrizal mengatakan, tidak ada dampak hukum atas penghentian sementara karena perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban kepada karyawan maupun kepada pelanggan. Adapun dampak yang akan timbul adalah turunnya nilai penjualan dan beban pokok penjualan perseroan tahun 2022.

“Untuk mendongkrak kembali kinerja usaha, ADMG bakal mengoptimalisasi komposisi produksi berdasarkan permintaan pasar dan margin produk yang lebih baik. ADMG juga bakal lebih efisien dalam pemakaian bahan baku dan energi,” tutupnya. (C01)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN