Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau pergerakan saham di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pialang memantau pergerakan saham di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pilarmas: IHSG Melemah, ERAA dan Empat Saham Lainnya Malah Berpotensi Cuan

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:54 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG berdasarkan analisa teknikal, berpotensi melemah terbatas dengan peluang rebound pada perdagangan Selasa (28/6/2022). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 6,922 – 7,071. ERAA dan empat saham pilihan lainnya malah berpotensi cuan.

“Level 7.000 akan menjadi critical level ya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (28/6/2022).

Advertisement

Pada perdagangan Senin (27/6/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 26 poin atau 0,38% ke level 7.016. Sektor energy, basic materials, consumer cyclicals, technology, healthcare bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG kemarin.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, secara keseluruhan, pada bulan June, perekonomian Tiongkok mulai terlihat kembali dalam keadaan netral. Pemulihan terlihat dimana bisnis usaha kecil dan menengah mulai terlihat mendapatkan kembali kepercayaan mereka, yang sebelumnya mengalami kontraksi selama dua bulan terakhir. Sebuah survey mengatakan, lebih dari 500 perusahaan kecil menunjukkan bahwa permintaan dan produksi kian pulih dengan kuat khususnya untuk manufacture.

“Namun melambat untuk penjualan ritel dan catering, dilain sisi real estate, transportasi, teknologi Informasi mengalami percepatan dalam pemulihan, begitupun dengan konstruksi,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: Terdepan Dalam Penerapan Prinsip ESG, BRI (BBRI) Dinilai Unggul di Investasi Hijau

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pemulihan membutuhkan waktu lebih lama terkait dengan pemulihan ekonomi Tiongkok yang dimana kemarin mengalami pelemahan akibat lockdown partial yang terjadi. Keuntungan perusahaan swasta dan asing mengalami penurunan dalam 5 bulan pertama di tahun ini, namun perusahaan milik negara naik hampir 10%. Sejauh ini, pemulihan Tiongkok merupakan salah satu sentiment yang positif bagi dunia, karena biar bagaimanapun Cina merupakan salah satu contributor terbesar dalam pasokan global.

“Kehadiran Tiongkok akan mengurangi tekanan akan pasokan yang kian tidak mampu mengimbangi permintaan. Semoga saja ya pemirsa, posisi Tiongkok tetap membela kepentingan dunia, meskipun Tiongkok bersahabat dengan Rusia,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, di tengah kondisi pangan global yang sedang dirundung kekhawatiran kekurangan pasokan, komoditas gula dalam negeri yang termasuk dalam salah satu kebutuhan dasar ditopang oleh pasokan impor. Hal ini cukup mengkhawatirkan sebab sejumlah negara saat ini sedang memprioritaskan kebutuhan dalam negerinya dengan memproteksi ekspor komoditas unggulannya. Negara yang tengah melakukan pembatasan kuota ekspor yaitu India yang merupakan salah satu produsen gula terbesar setelah Brazil. Sehingga, pemerintah perlu terus memastikan dan terus memantau ketersediaan gula dalam negeri.

Saat ini pun, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan ada calon emiten yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia, PT Aman Agrindo Tbk dengan kode efek GULA, meskipun penjualannya masih di level 16 ribuan di tahun 2021 atau sekitar 0,27% yang mana masih belum cukup besar jika dibandingkan total konsumsi gula pada 2021 yang sebesar 6 juta ton. Meski demikian, keberaniannya dan kehadirannya perlu diapresisasi mengingat komitmennya untuk pengembangan bisnis gula dari hulu ke hilir. Di samping itu, emiten gula masih jarang ditemui. 10 pemain besar gula yang sempat dibahas di atas pun masih privat.

Baca juga: Saham Asia Pasifik Naik Tipis, Investor Pertimbangkan Kekhawatiran Ekonomi

Artinya, peluang untuk berkembang semakin besar dan meningkatkan nama baik akan terbuka lebar. Sehingga, perusahaan dapat menjangkau size bisnis yang lebih besar yang diharapkan cakupan pasar menjadi lebih luas di mana saat ini GULA masih fokus pada segmen UMKM dan retail. Lebih jauh,

cakupan lahan perkebunan tebu berpotensi lebih luas sebagaimana lahan menjadi hal critical karena siklus replanting yang cenderung pendek atau 4 tahun sekali agar bisnis dari sisi hulu dapat lebih berkembang yang membawa kapasitas produksi hingga penjualan menjadi meningkat.

“Dengan penggunaan dana yang bersifat ekspansif, kami melihat banyak ruang untuk tumbuh bagi calon emiten GULA tersebut. Setidaknya, secara jangka pendek perusahaan tersebut dapat memasok gula di tengah keterbatasan pasokan global,” ucap Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham pilihan yang berpotensi cuan pada perdagangan pada hari ini, yaitu ERAA, JPFA, AKRA, EXCL, UNTR.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN