Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pesawat PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Foto: Ist)

Salah satu pesawat PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Foto: Ist)

Bakal Ada PMN dan Investor Strategis, Garuda (GIAA) Mau Dua Kali Rights Issue Tahun Ini

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:11 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana melangsungkan rights issue pertama senilai Rp 7,5 triliun pada kuartal III-2022 dan rights issue kedua pada kuartal IV tahun ini. Aksi korporasi tersebut bertujuan untuk memastikan perseroan pulih secara neraca.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa untuk memperbaiki neraca Garuda, Kementerian BUMN selaku pemegang saham akan melakukan simulasi melalui rights issue pertama dan kedua.

Advertisement

Baca juga: Pencairan PMN Garuda (GIAA) Tunggu Laporan Kementerian BUMN

Dirinya memperkirakan, rights issue pertama akan dilaksanakan pada kuartal III-2022 setelah pemerintah mengantongi restu dari DPR untuk injeksi modal sebesar Rp 7,5 triliun. Selanjutnya, perseroan akan kembali menggelar rights issue kedua yang diperkirakan berlangsung pada akhir tahun 2022 dengan target adanya keterlibatan investor swasta.

“Untuk investor strategis, kami melihat ada dua jenis yang sedang kami lakukan pendekatan. Pertama pelaku bisnis airline luar negeri dan kedua financial investor,” sebut pria yang akrab disapa Tiko ini dalam konferensi pers Garuda, Selasa (28/6/2022)

Tiko optimistis, investor-investor strategis tersebut akan berminat berinvestasi di Garuda. Sebab, Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara besar seperti Amerika dan Tiongkok yang memiliki traffic domestik luar biasa. Dengan begitu, hub player seperti Singapura, Dubai, dan Qatar yang tidak memiliki traffic domestik diharapkan dapat menjadi kombinasi yang bagus dengan Indonesia yang memiliki domestik trafik besar.

Begitu juga dengan financial investor. Dengan harga saham Garuda yang sekarang berada di level sekitar Rp 222 per saham ditopang dengan rencana bisnis yang sudah disiapkan, Tiko meyakini EBITDA Garuda dalam dua sampai tiga tahun ke depan akan mampu menghasilkan EBITDA yang cukup baik dan diharapkan valuasinya dapat terus meningkat.

“Tentunya, kami berharap ada financial investor yang melihat potensi saham Garuda ke depan setelah PKPU dan restrukturisasi ini bisa recover kepada nilai yang sehat lagi. Jadi, ada dua jenis investor yang kita dekati,” ungkap Tiko.

Hal ini, lanjutnya, perlu dilakukan untuk memastikan Garuda tidak bangkrut secara teknis. “Untuk itu, kita harus menyelesaikan dulu rights issue pertama dari pemerintah dan rights issue kedua yang memasukkan investor strategis. Dengan dua rights issue tersebut Garuda bisa benar-benar sehat secara neraca. Walaupun dengan right issue pertama Garuda sudah sehat secara neraca. Tapi secara operasional cash flow, Garuda sudah sehat mulai sekarang,” terangnya.

Tiko menjelaskan bahwa secara operasional cash flow perseroan sudah langsung sehat berkat prinsip power by the hour dan penyesuaian lease rate serta peningkatan optimalisasi pendapatan. Namun secara neraca, Garuda harus menuntaskan rights issue satu dan rights issue kedua.

Baca juga: Ace Hardware (ACES) Buka Gerai Pertama di Magelang

Karenanya, ia menekankan bahwa dengan tercapainya PKPU, maskapai nasional itu telah berhasil menyelesaikan dua hal. Pertama, perseroan menyelesaikan penurunan kewajiban utang dan kedua menegosiasikan lease rate.

“Jadi, ini penting untuk kita bisa menurunkan liabilitas atau utang di dalam neraca Garuda sehingga neracanya lebih sehat. Tapi, yang juga tidak kalah penting adalah menegosiasikan lease rate ke depan dan mengoptimalkan pesawat yang kita gunakan ke depan,” tutup Tiko.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN