Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Rupiah. Antara

Ilustrasi Rupiah. Antara

Waspadai Risiko Stagflasi Global, Rupiah Melemah 33 Poin

Selasa, 28 Juni 2022 | 15:37 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan Selasa (28/6/2022) sore ini,  mata uang Rupiah kembali melemah 33 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp 14.830 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.797.

Sedangkan untuk perdagangan Rabu (29/6/2022) besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun  ditutup melemah di rentang   Rp 14.820-14.860,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Selasa (28/6/2022).

Advertisement

Bank Indonesia (BI) memperingatkan untuk tetap waspada terhadap risiko stagflasi global yang masih akan membayangi perekonomian Indonesia ke depan, meskipun beberapa agensi yang datang ke Indonesia mengatakan percaya diri dengan kondisi Tanah Air.

Baca juga: Rupiah Balik Melemah 33 Poin ke Posisi Rp 14.830 per Dolar AS

Saat ini, BI masih sangat concern terkait inflasi meskipun di 2022 ini inflasi bakal melewati batas atas BI di level 4%. Kendati demikian, Bank Indonesia optimistis inflasi pada 2023 akan kembali pada kisaran BI, yaitu Kembali di range 3% plus minus 1%.

Pihaknya akan terus mewaspadai tingkat inflasi ke depannya, terutama dari volatile food dan dampak terhadap ekspektasi inflasi. Dalam hal ini, pihaknya akan menggunakan all out kebijakan yang mereka miliki termasuk penyesuaian suku bunga jika ada sinyal-sinyal kenaikan inflasi inti. Sedangkan pada saat ini inflasi inti masih dalam posisi 3,6%.

Selain itu, BI juga akan melakukan koordinasi erat dengan pemerintah, melalui tim pengendalian inflasi pusat dan daerah. Di lain sisi terkait nilai tukar, diperkirakan tekanan yang cukup tinggi terhadap nilai tukar di tahun ini  dan akan mereda di 2023. Kondisi ini didikung oleh fundamental Indonesia yang relatif lebih stabil.  Apalagi, cadangan devisa juga masih cukup kuat dan prospek perekonomian cukup kuat untuk ekonomi domestik.

Ke depannya, BI akan memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar Rupiah. Ini sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental dari nilai tukar itu sendiri guna mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makro ekonomi.

Baca juga: Awal Pekan, Rupiah Menguat 35 Poin ke Posisi Rp 14.813 Per Dolar AS

Sedangkan, Dolar AS berjuang melawan rival utamanya pada hari Selasa, karena ekspektasi inflasi yang melemah mendorong penilaian ulang terhadap prospek kenaikan suku bunga yang agresif tetapi pasar yang bergejolak menahan penurunan yang lebih luas.

Taruhan kenaikan suku bunga yang agresif telah mendorong Dolar dengan indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di 105,79 awal bulan ini. Tetapi dengan beberapa indikator data frekuensi tinggi yang menunjukkan momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga komoditas yang lebih luas, investor menjadi berhati-hati.

Mata uang komoditas berada di bawah tekanan pada hari Senin (27/6/2022) karena data menunjukkan keuntungan di perusahaan industri Tiongkok menyusut lagi, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat, pada bulan Mei setelah penurunan tajam pada bulan April.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN