Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi pers penyelesaian tahapan PKPU dan outlook bisnis Garuda Indonesia pada Selasa (28/6/2022). (Foto: Ist)

Konferensi pers penyelesaian tahapan PKPU dan outlook bisnis Garuda Indonesia pada Selasa (28/6/2022). (Foto: Ist)

Utang Garuda (GIAA) Bakal Susut 81%, Wamen BUMN: Jarang Maskapai Dapat Pemotongan Sebesar Ini

Selasa, 28 Juni 2022 | 15:41 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan utang Garuda Indonesia turun sebesar 81% dengan adanya restrukturisasi.  Alhasil maskapai hanya perlu melunasi 19% utangnya menggunakan skema yang telah disepakati oleh para kreditor.

"Untuk utang ke belakang kita kurang utang sebesar 81 persen, secara percent value ini hingga 81 persen dan sisanya recovery rate 19 persen. Meski kalau secara nilai (neraca utang Garuda) itu turun 50 persen," kata di dalam konferensi pers, Selasa (28/6/2022).

Advertisement

Baca juga: Bakal Ada PMN dan Investor Strategis, Garuda (GIAA) Mau Dua Kali Rights Issue Tahun Ini

Dalam bahan paparannya, utang Garuda Indonesia sebelum restrukturisasi adalah sebesar US$ 10,1 miliar. Sedangkan setelah restrukturisasi nilai utang Garuda Indonesia tersisa US$ 5,1 miliar atau setara Rp 75,6 triliun, artinya terdapat penurunan hingga 50% (asumsi Rp 14.837 per USD).

Ia mengklaim dari berbagai restrukturisasi maskpai penerbangan di dunia, belum ada pemotongan utang sebesar ini.

"Tapi saya ingin tekankan, proses bankrutnya airlines-airlines di dunia jarang yang mendapatkan pemotongan utang sebesar ini. Saya rasa ini prestasi sehingga mudah-mudahan bisa meyakinkan para kreditur untuk bisa memberikan keleluasaan kita melakukan pengurangan utang yang memang membuat neraca Garuda itu menjadi lebih sehat ke depan," papar dia.

Baca juga: Ini Dia Hasil RUPST GOTO, Segera Private Placement 10% dan Kevin Aluwi Sah Jadi Komisaris

Dengan demikian, ia berharap, neraca keuangan maskapai dapat bergerak lebih sehat dengan adanya penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah yang akan diberikan sebesar Rp 7,5 triliun yang rencananya akan diberikan pada kuartal III. Pemberian PMN merupakan komitmen pemerintah pasca disetujuinya hasil PKPU Garuda Indonesia

"Tapi pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah dengan memasukkan PMN Rp 7,5 triliun, karena bersama-sama dengan manajemen miliki pekerjaan rumah (PR) berikutnya mencari investor strategis." tuturnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN