Menu
Sign in
@ Contact
Search
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

Harga CPO Lanjutkan Penguatan

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/6/2022). Dengan demikian, harga CPO mengalami penguatan dalam dua hari terakhir. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (28/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 naik 110 Ringgit Malaysia menjadi 5.159 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 melonjak 77 Ringgit Malaysia menjadi 5.062 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 terkerek 67 Ringgit Malaysia menjadi 4.989 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 terdongkrak 53 Ringgit Malaysia menjadi 4.953 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Pekan ini, Harga CPO Masih Diselimuti Tren Bearish

Serta, kontrak pengiriman November 2022 meningkat 35 Ringgit Malaysia menjadi 4.953 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 melesat 33 Ringgit Malaysia menjadi 4.968 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, fokus pasar masih berfokus pada indikator dari pasar CPO Malaysia di pekan ini adalah laporan ekspor untuk periode bulan Juni yang biasa digunakan oleh pelaku untuk melihat gambaran permintaan di pasar global. Selain itu, pasar juga menanti kebijakan di negara eksportir terutama Indonesia untuk biaya terkait ekspor seperti pajak dan bea keluar CPO bulan Juli.

Meski demikian, Yoga menambahkan, saat ini kondisi permintaan dan pasokan di pasar CPO yang saat ini tidak mendukung, juga ditambah dengan sentimen dari ancaman resesi di negara-negara ekonomi utama. Seiring dengan semakin banyaknya bank sentral di berbagai negara yang menyusul langkah bank sentral AS dalam meningkatkan suku bunga.

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Sawit Sumbermas Optimistis Penjualan Terdongkrak

“Melemahnya ekonomi di negara industri utama akan turut menyebabkan penurunan permintaan, termasuk untuk CPO,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.

Lebih lanjut Yoga mengatakan, harga CPO kembali berada di bawah 5.000 Ringgit Malaysia per ton dinilainya merupakan angka yang kembali stabil. Karena harga tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga CPO pada paruh pertama tahun lalu yang berada di bawah 4.500 Ringgit Malaysia per ton.

“Peluang untuk naik kembali ke atas 6.000 Ringgit Malaysia per ton cukup kecil, kecuali jika ada guncangan besar di pasar seperti yang terjadi tahun ini akibat konflik Ukraina serta kebijakan larangan ekspor CPO Indonesia,” tutupnya.

Untuk itu, Yoga memperkirakan harga CPO berpotensi ke level resistance di kisaran harga 5.250 – 5.500 Ringgit Malaysia per ton pada pekan ini. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi kembali turun menuju level support di harga 4.000 – 3.750 Ringgit Malaysia per ton.
 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com