Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi. (Sumber: Bukalapak)

Ilustrasi. (Sumber: Bukalapak)

Kejar EBITDA Positif, Bukalapak: Kami Paling Efisien Dibanding Perusahaan Sejenis Lainnya

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:12 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengharapkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) bisa ke posisi positif pada akhir tahun ini. Langkah itu menyusul posisi perseroan yang saat ini dinilai paling efisien dibanding perusahaan sejenis lainnya.  

Presiden Bukalapak.com Teddy Nuryanto Oetomo menjelaskan, perseroan bukan menargetkan EBITDA yang disesuaikan akan mencapai minus Rp 1,4-1,5 triliun atau relatif flat 1%-6% dibandingkan tahun 2021 yang tercatat minus Rp 1,41 triliun, melainkan hanya memberikan pandangan. Sementara konsensus analis memproyeksikan EBITDA yang disesuaikan akan minus Rp 1,34 triliun. Adapun, pada kuartal I-2022, BUKA membukukan EBITDA yang disesuaikan minus Rp 372 miliar.

Adapun, kontribusi margin dari perseroan pada kuartal I-2022 berkisar di minus Rp 50 miliar atau US$ 3-4 juta. Di mana, itu berarti kontribusi margin yang didefinisikan sebagai pendapatan setelah cost of revenue dan setelah sales and marketing kira-kira bergerak di US$ 1 juta per bulannya.

“Ini menempatkan perseroaan secara variable uniq economic mungkin berada di posisi yang paling efisien dibandingkan perseroan yang lain di industri yang sama. Sehingga di posisi ini part to profitability perseroan harus difokuskan pada pengembangan revenue guna menutup biaya-biaya,” katanya dalam paparan publik Bukalapak yang digelar virtual, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Bukalapak (BUKA) Luncurkan SIGNAL Permudah Pembayaran Pajak dan Pengurusan Dokumen Kendaraan Bermotor

Teddy menambahkan, apabila pada Juni hingga Desember, BUKA bisa menjaga level EBITDA yang disesuaikan di posisi yang sama dengan bulan Mei, maka akan terlihat kemungkinan bahwa EBITDA yang disesuaikan akan lebih baik daripada minus Rp 1,4 triliun.

Untuk itu, BUKA mengedepankan strategi untuk terus mengejar angka pendapatan. “Langkah berikutnya adalah membawa margin kontribusi menjadi positif dan itu kita harapkan dalam waktu dekat mungkin later part of this year sehingga by mathematic bisa membawa EBITDA yang disesuaikan ke ranah yang positif,” tambah Teddy.

Lebih lanjut, Teddy memaparkan, manajamen BUKA hingga saat ini melihat kinerja perseroan masih on track. Bahkan, BUKA sudah ada di fase berikutnya, yaitu bukan lagi soal memperbaiki kinerja perusahan melalui efisiensi sales and marketing, subsidi dan sebagainya, melainkan bagaiaman menumbuhkan pendapatan.

Seperti diketahui, BUKA menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 2,7-3 triliun sepanjang tahun 2022 atau naik 44%-61% dibandingkan hasil tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 1,87 triliun. Proyeksi tersebut masuk rentang dari taksiran konsensus para analis pada tahun 2022, yang mana emiten eksisting perdagangan elektronik (e commerce) itu diperkirakan bisa meraup pendapatan Rp 2,96 triliun atau naik 58% dibanding tahun 2021.

Adapun, Total Processing Value (TPV) diprediksi juga mencapai Rp 170-180 triliun atau naik 39%-47% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 122,61 triliun. Di mana, rata-rata proyeksi konsensus analis ada di Rp 170,36 triliun atau naik 39% yoy.

Baca juga: Gelar Paparan Publik Rabu Ini, Bukalapak (BUKA) Bocorkan Pendapatan Bisa Melonjak hingga 61%

Sebelumnya, pada kuartal I-2022, Bukalapak berhasil membukukan laba operasional sebesar Rp 14,42 triliun atau meningkat drastis 4.497% dari rugi operasional Rp 328 miliar pada kuartal I-2021. Hal itu terutama disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). “Oleh karena itu, perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 14,54 triliun atau meningkat sebesar 4.593% dari rugi bersih Rp 324 miliar,” ujar manajemen.

Di samping peningkatan efisiensi yang diiringi dengan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas perseroan sebesar Rp 20 triliun pada akhir bulan Maret 2022.

Adapun,TPV  selama kuartal I-2022 tumbuh 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 34,1 triliun. Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 34%. Di mana, 74% TPV berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Baca juga: Agenda RUPST Disetujui, Bambang Brodjonegoro: Bukalapak (BUKA) Berada di Posisi Keuangan yang Baik

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan, di mana TPV Mitra bertambah sebesar 78% menjadi Rp 17,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi Mitra terhadap TPV meningkat dari 35% menjadi 51% pada 1Q22. Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir bulan Maret 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 13,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.

Alhasil, pendapatan Bukalapak tumbuh sebesar 86% menjadi Rp 788 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara itu pendapatan Mitra meningkat sebesar 227% menjadi Rp 472 miliar, atau naik sebesar 47%. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 34% menjadi 60%.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com