Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan China CAMC Engineering Co Ltd menandatangani kontrak untuk paket pekerjaan pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan China CAMC Engineering Co Ltd menandatangani kontrak untuk paket pekerjaan pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

ADHI, WIKA, dan China CAMC Engineering Menangi Kontrak Rp 4,15 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 11:23 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bersama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan China CAMC Engineering Co Ltd menandatangani kontrak untuk paket pekerjaan pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, senilai Rp 4,15 triliun.

“Porsi pengerjaan oleh Adhi Karya di proyek infrastruktur itu sebesar 22,15%,” ungkap manajemen Adhi Karya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/7/2022).

Advertisement

Baca juga: Tumbuh 128%, Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Hingga April Tembus Rp 8,2 Triliun

Kontrak tersebut diperoleh pada Juni 2022. Sementara itu, hingga Mei 2022, ADHI telah merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar Rp 9,9 triliun, naik 98% dibandingkan perolehan pada Mei 2021 yang sebesar Rp 5 triliun.

Beberapa kontrak baru yang didapatkan ADHI pada Mei 2022, antara lain pekerjaan jalan tol Yogyakarta-Bawen seksi 6 dan pembangunan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Cibitung.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga Mei 2022 meliputi lini bisnis konstruksi sebesar 86%, properti 6%, dan sisanya lini bisnis yang lain.

Selain lini bisnis, kontrak ini juga meliputi berbagai tipe pekerjaan yang terdiri atas proyek jalan dan jembatan sebesar 58%, gedung 9%, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan dermaga, jalur kereta api, sumber daya air, dan proyek energi, termasuk proyek lainnya sebesar 33%.

Baca juga: Jasa Marga (JSMR) Ambil Alih Saham Wijaya Karya (WIKA) di Tol Cengkareng-Kunciran

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru yang bersumber dari pemerintah sebesar 18%, BUMN dan BUMD sebesar 6%, dan swasta atau lainnya termasuk proyek investasi sebesar 76%.

“Peningkatan kontrak baru ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap revenue ADHI pada 2022,” jelas manajemen.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN