Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Monitor pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta.  Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Monitor pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Ini Penyebab IHSG Jeblok ke Zona 6.700, Investor Perlu Tahu

Jumat, 1 Juli 2022 | 16:59 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - IHSG jeblok ke zona 6.700 pada Jumat (1/7/2022). IHSG tepatnya terpangkas 117,25 poin (1,7%) ke level 6.794,3. Apa penyebabnya?

Phintraco Sekuritas menyebut, penyebab IHSG jeblok ke level 6.700an adalah pelaku pasar merespon negatif realisasi inflasi Indonesia sebesar 4,35% year on year (yoy) di Juni 2022, naik dari 3,55% yoy di Mei 2022. Realisasi tersebut juga lebih tinggi dari proyeksi yang sebesar 4,17% yoy. Terkait hal ini, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan memperkirakan inflasi berada di kisaran 3,5% yoy hingga 4,5% yoy di tahun 2022. Sementara inflasi inti naik ke 2,63% yoy di Juni 2022, lebih rendah dari perkiraan yang sebesar 2,72% yoy.

Advertisement

“Kondisi ini meningkatkan keyakinan pasar bahwa Bank Indonesia akan mulai menaikan sukubunga acuan dalam RDG Juli 2022. Mengingat, nilai tukar Rupiah juga kembali melemah mendekati level psikologis Rp15 ribu per dolar AS di Jumat sore (1/7),” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (1/7/2022). 

Masih dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menambahkan indeks Manufaktur Indonesia turun ke 50,2 di Juni 2022 dari 50,8 di Mei 2022. Data-data tersebut dapat menjadi indikasi awal adanya perlambatan aktivitas ekonomi di Indonesia pada bulan Juni 2022, seiring dengan peningkatan uncertainty risk eksternal.

Baca juga: Meski IHSG Ambruk, Ada Saham-saham Bikin Investor Tersenyum Lebar Loh!

Hal senada diungkapkan Pilarmas Investindo Sekuritas. indeks manufaktur Indonesia bulan Juni mengalami pertumbuhan melambat. Hal ini tercermin dari indek level di 50,2 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya di level 50,8. Penurunan tersebut seiring di tengah tekanan inflasi dan kenaikan PPN baru-baru ini. 

Namun demikian, aktivitas  manufaktur Indonesia masih bertahan di zona ekspansi yang masih di dukung  peningkatan permintaan hal ini seiring dengan adanya kenaikan volume pesanan baru yang lebih tinggi karena aktivitas pembelian yang masif. Hal ini masih ditambah lagi laporan data inflasi Indonesia periode Juni 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut secara bulanan tercatat 0,61% dan 4,35% secara tahunan.

Selain itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, tampaknya rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) membebani suasana pelaku pasar dan investor. Dimana Departemen Perdagangan AS menyampaikan indeks pengeluaran konsumen (Personal Consumption Expenditure) bulan Mei meningkat 0,6% bulan ke bulan di Mei 2022, lebih tinggi dari 0,2% di bulan April. 

Baca juga: Terbitkan Green Bond, BRI (BBRI) Ajak Masyarakat Berinvestasi Sekaligus Selamatkan Bumi

Hal ini, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, memberikan indikasi dimana data tersebut tentunya akan menjadi rujukan The Fed untuk kebijakan moneternya. “Ini juga yang menjadikan IHSG dan pasar saham regional Asia bergerak melemah,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.  

Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Loretta Mester, mendukung kenaikan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada pertemuan Juli. Dengan tindakan yang terlalu agresif akan mendorong ekonomi ke dalam resesi, sehinga pelaku pasar dan investor cenderung berikap wait and see untuk sementara tidak agresi berinvestasi di pasar aset beresiko. 

Lebih lanjut Pilarmas Investindo menyebut, hal ini masih ditambah pula dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih pada seluruh pasar sebesar Rp 3,89 triliun. “Dengan saham–saham yang paling banyak dibeli antara lain ADRO, PGAS, HRUM, ICBP, ASII. Sedangkan saham yang paling banyak dijual oleh investor asing pada satu pekan terakhir diantaranya BBCA, BBRI, TLKM, INCO, BMRI,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN