Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI Kedatangan Satu Obligasi pada Pekan ini

Sabtu, 2 Juli 2022 | 13:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan satu obligasi pada pekan ini. Tepatnya pada 1 Juli 2022, PT PP Presisi Tbk (PPRE) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I PP Presisi Tahap I Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di bursa dengan nilai Rp202,98 miliar.

Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk obligasi ini adalah idBBB+ (Triple B Plus) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

Advertisement

Baca juga: Ini Strategi Saranacentral Bajatama (BAJA) Kurangi Kerugian

Dengan Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 54 Emisi dari 42 Emiten senilai Rp 69,40 triliun. Dengan pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 490 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 441,02 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 122 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 152 seri dengan nilai nominal Rp 4.821,75 triliun dan US$ 205,99 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp4,09 triliun.

Selain itu, BEI kedatangan kunjungan Lord Mayor of the City of London, Alderman Vincent Keaveny. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama dengan BEI dan berdiskusi terkait keuangan berkelanjutan, termasuk rencana local carbon exchange, dan peluang kemitraan dengan para ahli yang berbasis di London, termasuk London Stock Exchange Group (LSEG).

Baca juga: Wall Street Akhiri Hari Pertama Semester II dengan Rebound Kuat

Selain itu, pada diskusi tersebut juga dibahas mengenai dukungan-dukungan yang dapat diberikan oleh Inggris seperti dukungan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta korporasi di Indonesia dalam peningkatan modal. 

Hal itu termasuk untuk obligasi berkelanjutan/green bond dan penawaran umum perdana (dual listing), dukungan untuk mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia, dan dukungan untuk mengembangkan infrastruktur sekaligus inisiatif komersial BEI.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN