Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Berlanjut di Zona Merah, Pasar Aset Kripto Juga Masih Belum Bertenaga

Senin, 4 Juli 2022 | 11:44 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Tak hanya di bursa saham, bursa kripto juga pada hari Senin (4/7/2022) pertama di bulan Juli 2022 mengalami kelesuhan. Kejatuhan ini melanjutkan aksi serupa di pekan lalu di mana sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu mempertahankan gerakannya ke zona hijau.

Berdasarkan CoinMarketCap pukul 11.40 WIB, Bitcoin (BTC) pada Senin (4/7/2022) masih berada di kisaran US$ 19.103 atau turun 0,83% selama 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) juga lesu 0,85% ke US$ 1.053,34. Begitujuga dengan BNB Coin (BNB) yang ambles 1,48% ke US$ 215,70 dalam periode yang sama.

CEO pertukaran kripto Indodax Oscar Darmawan menjelaskan melalui analisis teknikal, bisa terlihat penurunan yang terjadi saat ini pernah terjadi empat dan delapan tahun lalu, tepatnya pada 2018 dan 2014.

Setelah Bitcoin mengalami All Time High di 2013, 2017 dan 2021, maka akan terjadi penurunan harga yang cukup signifikan di tahun berikutnya yang diikuti dengan penurunan kripto lainnya. Kita bisa lihat bagaimana penurunan terjadi pada 2014, 2018 dan sekarang di 2022,” katanya dikutip Senin (4/7/2022). 

Baca juga: Bitcoin Masih Berjuang di Harga US$ 19.000-an

Dia menuturkan, siklus empat tahunan ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang untuk membeli dan mengumpulkan aset kripto. Karena saat harga Bitcoin turun, harga aset kripto lain biasanya juga mengikuti.

"Biasanya harga mayoritas kripto akan mengikuti Bitcoin sebagai aset kripto yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar. Momen bearish saat ini justru adalah momen yang sering dimanfaatkan para trader jangka panjang untuk mengumpulkan portofolio kripto dengan membeli kripto yang mereka inginkan di harga yang murah,” ujar Oscar.

Sementara itu, CEO manajer aset kripto BitBull Capital, Joe DiPasquale mengatakan harga Bitcoin masih tetap lemah, dengan beberapa volatilitas terlihat di waktu mendatang

Saat ini, kami memperkirakan BTC akan melihat lebih banyak aksi penurunan, tetapi kami juga mengamati dengan tajam reaksi pasar untuk menilai penurunan momentum dan minat jual,” kata DiPasquale dikutip dari CoinDesk.

Baca juga: Secara Analisis Teknikal, Penurunan Bitcoin Masih Wajar

DiPasquale juga menjelaskan dalam beberapa minggu terakhir telah melihat peningkatan kemungkinan dukungan bitcoin tenggelam. Dia tetap pesimistis tentang rebound, sementara the Fed menawarkan beberapa tanda yang menggembirakan pada pertemuan Juli.

"Penutupan Juni tidak terlalu optimis, dan Juli mungkin tetap berombak kecuali pertemuan FOMC di dekat akhir bulan menghadirkan kejutan,” jelas DiPasquale.

Harga kripto melanjutkan pola yang sebagian besar telah dilalui dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, kripto masih berkorelasi dengan indeks ekuitas. Nasdaq dan S&P 500 yang sarat teknologi, yang memiliki komponen teknologi berat, keduanya ditutup naik sekitar 1%.

Kenaikan ini adalah terobosan langka dari penurunan stabil yang telah mengirim kedua indeks ke wilayah pasar beruang, yang berarti keduanya telah kehilangan setidaknya 20% dari nilainya dari tertinggi terakhir mereka.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com