Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta.

Inflasi Tinggi, Rupiah Diprediksi Tembus Rp 15.000 Per Dolar AS Esok Hari

Senin, 4 Juli 2022 | 15:20 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan Senin (4/7/20220 sore ini, mata uang Rupiah kembali melemah 29 poin walaupun sebelumnya sempat melemah  25 poin di level Rp 14.971 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.941.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif, namun  ditutup melemah di rentang Rp 14.960-15.020,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Senin (4/7/2022).

Pelemahan Rupiah terjadi akibat pasar terus menyoroti tingginya inflasi global yang berdampak terhadap inflasi di Indonesia. Tingginya inflasi pada Juni 2022 membuat Pemerintah harus mulai menyiapkan strategi untuk menahan kenaikan inflasi hingga akhir tahun. Salah satu strategi adalah pertama, pemerintah harus mewaspadai pergerakan harga-harga komoditas global seperti gandum dan minyak bumi yang terdampak oleh kondisi geopolitik di Eropa.

Kedua, pemerintah juga harus memikirkan dan membuat roadmap ketahanan pangan, terutama bahan makanan yang selama ini sering kali menjadi penyebab utama inflasi di Indonesia. Masalah kedelai, jagung, cabai rawit, bawang merah, bawah putih, telur ayam, daging ayam, merupakan contoh dari masalah rutin dan selalu berulang karena mismanajemen mulai dari sektor hulu sampai hilir.

Baca juga: Rupiah Siang Ini Kian Melemah, Sinyal ke Rp 15.000-an Makin Dekat

Ketiga, melakukan perbaikan komprehensif lintas sektoral dari sektor hulu yang berada di Kementerian Pertanian, sampai sektor hilir yang berada di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Hal Ini tidak bisa dilakukan secara instan, perlu waktu yang lebih lama, tapi bisa dilakukan. Hanya perlu political will dari pemerintah.

Tingginya inflasi tersebut bisa memberikan ketidakpastian dan mengganggu potensi pertumbuhan, sehingga pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan dari kemungkinan kenaikan inflasi hingga akhir 2022. Sedangkan tantangan terbesar yang dihadapi perekonomian Indonesia adalah potensi terjadinya stagflasi yaitu kenaikan inflasi di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan atau bahkan kontraksi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan sebesar 4,35% (yoy) pada Juni 2022 atau sedikit lebih tinggi dari proyeksi empat persen plus minus satu persen. Realisasi ini merupakan yang tertinggi sejak Juni 2017.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan tingkat inflasi hingga akhir 2022 akan mencapai tingkat 4,5%, dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas global akibat disrupsi rantai pasok global dan perang antara Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Rupiah Awal Pekan Melemah, Dipicu Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Sedangkan secara eksternal, Dolar AS mempertahankan mata uang yang sensitif terhadap perdagangan disematkan di dekat posisi terendah multi-tahun pada hari Senin dan Investor mencari keamanan karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Data pada hari Jumat menunjukkan inflasi zona Euro melonjak ke rekor lain, menambah kasus bagi Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga bulan ini.

Di AS dan di tempat lain, tanda-tanda kelemahan ekonomi menjadi lebih jelas. Data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan untuk laporan penggajian Juni Jumat ini. Perkiraan GDP Now Federal Reserve Atlantik yang banyak diawasi melihat kuartal kedua berjalan pada negatif 2,1%, menyiratkan negara itu sudah dalam resesi teknis.

Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan Fed Juni, yang dijadwalkan pada hari Rabu, yang hampir pasti terdengar hawkish mengingat The Fed memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 bps. Pasar AS akan ditutup untuk Hari Kemerdekaan.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com