Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI)

PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI)

Kuartal I-2022, Intanwijaya Internasional (INCI) Catat Kenaikan Pendapatan 32,72%

Rabu, 6 Juli 2022 | 05:46 WIB
Yunia Rusmalina (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) berhasil mencatatkan pendapatan pada Kuartal I-2022 sebesar Rp 136,98 miliar. Angka itu naik 32,72% dibanding Kuartal I-2021 sebesar Rp 103,21 miliar.

Secara rinci, INCI mengantongi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 8,24 miliar pada Kuartal I-2022. Jumlah tersebut melampaui raihan laba bersih INCI pada tahun sebelumnya sebesar Rp 2,77 miliar.

Direktur Intanwijaya Internasional (INCI) Sondy Ardy menjelaskan, kenaikan pendapatan disumbang pabrik di Semarang sebesar 73,9 % atau Rp 101,1 miliar, sedangkan sisanya berasal dari pabrik di Banjarmasin.

Baca juga: Rights issue di Kuartal IV, Bank Neo Commerce (BBYB) Sasar Ekspansi Bisnis

Selain itu, perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia tersebut menargetkan penjualan Rp 450 miliar pada 2022. Mayoritas penjualan tersebut direncanakan berasal dari penjualan urea, melamin, phenol formaldehyde resin sebesar Rp 429 miliar, urea formaldehyde powder sebesar Rp 6 miliar, dan formalin dan lainya sebesar Rp 15 miliar.

”Kami akan tingkatkan kontinuitas produksi sehingga operasional akan terus terjaga,” ungkap Sondy dalam paparan publik virtual Intanwijaya Internasional (INCI), Selasa (5/7/2022).

Sondy menambahkan, untuk mengejar target penjualan yang telah ditetapkan INCI berencana memproduksi sebanyak 68.300 ton urea, melamin dan phenol formaldehyde resin, 500 ton urea formaldehyde powder, dan 48.700 ton formalin dan lainnya. Sehingga, rencana total produksi INCI pada 2022 berjumlah 117.500 ton.

Baca juga: Kresna Graha Investama (KREN) Berencana Divestasi Aset

Selain mengawal jalannya kegiatan produksi, INCI juga menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 6-8 miliar untuk perawatan fasilitas pabrik dan menunjang operasional produksi. “Yang sudah diserap tentu saja masih belum banyak. Karena capex itu kami atur sesuai dengan cash flow dan sesuai dengan perencanaan di operasional pabrik,” papar Sondy.

Saat ini, INCI memiliki dua pabrik eksisting dalam menunjang bisnis perusahaan. Satu di antaranya berlokasi di Banjarmasin, sedang satu lainnya berlokasi di Semarang. Pabrik Banjarmasin INCI memiliki kapasitas produksi 36 ribu metrik ton (MT) untuk formaldehyde dan 60 ribu MT untuk urea, melamin dan phenol formaldehyde resin liquid & powder per tahunnya.

Sementara itu, pabrik INCI yang berlokasi di Semarang memiliki kapasitas produksi 65 ribu MT untuk formaldehyde dan 90 ribu MT untuk urea, melamin dan phenol formaldehyde resin liquid per tahunnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com