disini
Pergerakan Indeks Dolar AS Menekan Harga Emas
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi emas

Ilustrasi emas

Pergerakan Indeks Dolar AS Menekan Harga Emas

Rabu, 6 Juli 2022 | 10:58 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Harga emas melemah ke zona US$ 1.768,69 per troy ons. Pada Rau (6/7/2022) pagi hari ini harga emas melemah dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Melemahnya harga emas dibebani oleh index dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dilevel tertingginya.

Pada pagi hari ini index dolar AS bergerak naik ke zona 106.20 dimana angka ini telah melewati zona tertingginya yang berada di level 105. Dolar AS naik seiring dengan ekspektasi pasar akan kenaikan tingkat suku bunga. Emas dianggap sebagai aset lindung nilai pada saat inflasi. Namun kenaikan tingkat suku bunga sebagai upaya menekan inflasi menjadikan emas menjadi kurang menarik.

Advertisement

Baca juga: Harga Emas Antam Merosot Rp 12.000 Jadi Rp 977.000 Per Gram

Selain itu yield surat utang pemerintah AS bergerak di level 2.838% dibandingkan sebelumnya yang berada di level 2.805%. Kenaikan Dolar AS dan yield surat utang Pemerintah AS memberi tekanan pada harga emas, karena sebagai aset safe haven emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga investor lebih memilih berinvestasi kepada produk keuangan.

Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.747,40 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.786,72. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.740,80 hingga ke areal US$ 1.731,81, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.897,82 hingga ke areal US$ 1.813,66.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN