Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area pertambangan milik PT PAM Mineral Tbk

Area pertambangan milik PT PAM Mineral Tbk

Kuartal I-2022, Laba PAM Mineral (NICL) Melesat 206%

Kamis, 7 Juli 2022 | 05:20 WIB
Yunia Rusmalina (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan kenaikan laba sebesar Rp 24,73 miliar pada Kuartal I-2022. Angka itu melesat 206 % dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 8,08 miliar.

Secara rinci berdasarkan laporan keuangan interim, raihan kenaikan laba NICL tersebut disumbang oleh pendapatan bersih yang melesat 126,32 % menjadi Rp 222,20 miliar di kuartal I-2022 dari kuartal I-2021 Rp 98,18 miliar. Selain itu, peningkatan penjualan sebesar Rp 222,20 miliar di sepanjang Kuartal I-2022. Naik 126,31% dibanding realisasi penjualan Kuartal I-2021 sebesar Rp 98,18 miliar.

Advertisement

Untuk produksi Kuartal I -2022, PAM Mineral membukukan Rp 222 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 98,1 miliar.Sedangkan untuk realisasi produk sudah mencapai 70%.

Direktur Keuangan PAM Mineral (NICL) Herman Thio menjelaskan, pendapatan diperoleh dari sejumlah klien seperti PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy, PT Guang Ching Nikel and Stainless Steel, PT Kyara Sukses Mandiri, PT Sulawesi Mining Indonesia, dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel.

Dengan demikian, lanjut Herman, total aset NICL tercatat pada Kuartal I-2022 sebesar Rp 521,33 miliar, naik 25 % dari Desember 2021 senilai Rp 417,35 miliar, sementara kas dan setara kas juga naik 40,11% menjadi Rp138,54 miliar dari Rp 98,88 miliar. Disisi lain, NICL akan meningkatkan kenaikan volume penjualan di tahun 2022. “Target penjualan 1,5 juta ton bijih nikel, naik dari target 2021 yang sebesar 1,3 juta ton,” ungkapnya dalam acara public expose, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Prospek Bisnis Baterai Listrik, PAM Mineral (NICL) Genjot Produksi Nikel

Herman menambahkan, target penjualan 1,5 juta ton ini rencananya akan terdiri atas 900 ribu ton bijih nikel kadar tinggi (high grade, kandungan 1,5-1,75% Ni) dan 600 ribu ton bijih nikel kadar rendah (low grade, kandungan di bawah 1,5% Ni).

Direktur Operasional Pam Minaeral (NICL) Roni Permadi Kusumah menambahkan, perseroan juga telah mengajukan kuota produksi tambahan sebanyak 300 ribu ton. “Permohonan tambahan kuota produksi sudah disetujui,” ujarnya.

Roni mengatakan, NICL merencanakan produksi konsolidasi sebesar 1,77 juta metrik ton. Sebanyak 570.000 ton di antaranya direncanakan untuk diproduksi oleh NICL, sedang 1,2 juta sisanya diproduksi oleh entitas anak usaha, yakni PT Indrabakti Mustika (IBM).

Dengan adanya tambahan kuota produksi sekitar 300 ribu metrik ton, maka total kuota produksi NICL menjadi sekitar 2,07 juta ton. NICL optimistis bisa merealisasikan 90% kuota produksi yang telah dikantongi.

Untuk mengejar target kinerja,NICL telah menyiapkan strategi salah satunya yakni melakukan penurunan level jalan di beberapa STA MHR untuk meminimalisir proses slippery dan menekan losstime.

Baca juga: PAM Mineral Bukukan Kenaikan Laba Bersih 74,62%

Strategi lainnya, NICL juga melakukan penyimpanan stok bijih nikel di Exportable Final Ore (EFO) untuk menjaga kadar air bijih nikel Perseroan serta melakukan penumpukan batu gajah di sepanjang barier pelabuhan guna menjaga abrasi berkelanjutan. Dengan penyimpanan stok nikel yang dimiliki, NICL berharap akan tetap dapat melakukan penjualan bijih nikel pada saat musim hujan.

Namun, dengan adanya perang Ukraina dan Rusia menentukan prospek nikel ke depan karena supply terbesar berada di Rusia. “Pada kuartal II kami melihat bahwa nikel mulai stabil, tetapi seperti yang kami ketahui nikel berada di wilayah curah hujan tinggi sehingga mempengaruhi produksi,dan untuk harga ada keseimbangan baru sehingga kami berharap harga nikel sesuai HPM,” jelas Roni.

Lebih lanjut Roni mengatakan, Pam Mineral juga akan meningkatkan produksi untuk mempertahankan profitabilitasnya. Salah satunya perseroan memproduksi penjualan kadar nikel lot 1, lot 2, lot 3. Saat ini, sudah mencapai 70 % RKAB dan mendapatkan kuota baru sekitar 300 ribu ton.

“Selain itu, NICL menyiapkan Capex di tahun 2022 untuk pembelian aset, seperti mesin bor untuk memperluas eksplorasi dengan total estimasi Rp 4,5 miliar,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN