Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas salah satu sekuritas di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Aktivitas salah satu sekuritas di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pilarmas: IHSG Melemah, Lima Saham Pilihan Masuk Radar

Kamis, 7 Juli 2022 | 08:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG hari ini melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang 6.592 – 6.831 pada Kamis (7/7/2022). Lima saham pilihan masuk radar perdagangan hari ini.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG berpotensi melemah terbatas dengan Kemungkinan rebound tetap terlihat, namun jangan terlalu mengharapkannya loh ya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (7/7/20220.

Advertisement

Pada perdagangan Rabu (6/7/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 56 poin (0,85%) ke level 6.646. Sektor industrials, energy, basic materials, transportation & logistic, technology, properties & real estate, consumer cyclicals, infratuctures, financial bergerak negative dan mendominasi penurunan IHSG kemarin.

Baca juga: IHSG Digelayuti Kejatuhan Harga Komoditas, Pantau AGII, ICBP, CPIN, BBCA dan ISAT

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, risalah pejabat The Fed memperkuat tekad mereka pada bulan Juni untuk terus menaikkan tingkat suku bunga lebih lama untuk mencegah inflasi yang terus mengalami kenaikkan. Sekalipun bahkan apabila kenaikkan tingkat suku bunga tersebut memperlambat ekonomi Amerika. Para pembuat kebijakan sebelumnya sudah menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps pada bulan Juni lalu, dan mendukung kenaikkan mereka pada pertemuan selanjutnya di bulan Juli dengan potensi kenaikkan sebesar 50 bps hingga 75 bps lagi.

Karena bagi para pejabat The Fed, kredibilitas Bank Sentral dalam mengendalikan inflasi merupakan salah satu hal yang paling penting. Banyak peserta menilai bahwa risiko akan naik signifikan apabila inflasi terus menerus mengalami kenaikkan dan semakin mengakar. Sehingga masyarakat akan kembali mempertanyakan kesungguhan The Fed dalam mengendalikan inflasi. Oleh sebab itu, The Fed ingin mengambil sikap kebijakan yang lebih ketat, apabila inflasi terus berlanjut mengalami kenaikkan.

Para pejabat mengakui bahwa pengetatan kebijakan moneter memang dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi untuk sementara waktu, namun tujuan The Fed untuk mengembalikan inflasi ke titik 2% merupakan hal yang terpenting untuk mencapai lapangan kerja maksimum secara berkelanjutan.

US Treasury 2y naik lebih tinggi setelah pengumuman risalah tersebut, dan pelaku pasar dan investor kembali bertaruh bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps kembali pada akhir bulan ini. Pelaku pasar dan investor hanya khawatir, bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dan cepat, akan mengarahkan perekonomian Amerika ke dalam resesi. Namun The Fed percaya, penurunan aktivitas ekonomi tidak akan membuat hingga negatif.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: Perhatikan Saham Potensi Technical Rebound Hari ini

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, kenaikan harga migas dinilai sebagai pendorong utama terjadinya inflasi global. Pengurangan pasokan gas dari Rusia ke negara-negara di Eropa sebagai aksi balas dendam atas sanksi yang dijatuhkan ke negaranya, menyebabkan krisis energi semakin menjadi-jadi terutama di Eropa yang juga semakin meningkatkan inflasi global. Pasalnya, 60% pasokan gas dari pipa utama Nord Stream telah dihentikan dan pipa tersebut akan ditutup sementara pada 11 Juli mendatang untuk pemeliharaan. Namun, dikhawatirkan tidak dibuka kembali. Hal ini menyebabkan tekanan pada perusahaan energi di Eropa terutama Jerman yang mengimpor sekitar 142 miliar kubik meter gas Rusia pada 2021.

Lalu, bagaimana nasib gas negara Indonesia? Pilarmas Investindo Sekuritas menyakini, potensi gas bumi Indonesia cukup melimpah dan membuatnya semakin dilirik oleh perusahaan migas luar negeri. Pemerintah Indonesia pun tengah gencar memperluas investasi proyek gas dengan mengintegrasikan pasar di wilayah Asia, Amerika, dan Eropa. Namun, tantangannya dari sisi infrastruktur gas yang dinilai masih belum merata di lokasi potensial kawasan industri baru.

“Kami melihat potensi gas alam dalam negeri yang melimpah, keterbatasan pasokan gas alam global, kenaikan harga gas alam, transisi menuju energi bersih mendorong minat investasi pada gas alam dalam negeri yang mana berpengaruh pada peningkatan permintaan, sehingga turut meningkatkan minat mencari pendanaan di pasar saham yang ujungnya meningkatkan jumlah emiten migas di Indonesia,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan yang masuk radar pada perdagangan hari ini, yaitu TLKM, ICBP, KLBF, GDYR, BSIM.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN