Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik petrokimia Chandra Asri di Cilegon, Banten. (IST)

Pabrik petrokimia Chandra Asri di Cilegon, Banten. (IST)

Kembangkan Industri Kimia, Chandra Asri (TPIA) Raih Pinjaman US$ 100 Juta

Kamis, 7 Juli 2022 | 16:33 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) raih fasilitas pinjaman 10 tahun sebesar US$ 100 juta dari Bank OCBC NISP. Dana hasil pinjaman ini akan digunakan oleh perseroan untuk memfasilitasi pertumbuhan industri petrokimia dalam negeri.

Chief Financial Officer Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Andre Khor menjelaskan, perseroan merupakan produsen petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia. Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitasnya guna memenuhi pertumbuhan permintaan produk petrokimia di dalam negeri. Salah satu strategi perseroan adalah mengembangkan kompleks CAP2 berskala dunia.

Advertisement

“Dengan dibangunnya kompleks ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/7/22).

Andre menambahkan, TPIA sangat antusias untuk memperluas dan meningkatkan hubungan dengan bank OCBC NISP sebagai institusi keuangan terkemuka yang menyediakan solusi perbankan yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan nasabah industri seperti yang dijalani oleh Chandra Asri. Untuk diketahui, pinjaman sebesar US$ 100 juta ini bertenor 10 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bank OCBC NISP Martin Widjaja mengatakan, pembiayaan yang diberikan oleh Bank OCBC NISP adalah bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya. Kerjasama strategis ini merupakan langkah awal yang baik untuk kedua belah pihak.

Baca juga: Terdampak Perang Rusia-Ukraina, Chandra Asri (TPIA) Rugi US$ 11 Juta

“Sebagai mitra perbankan, kami berharap dapat memberikan layanan keuangan yang terintegrasi dan komprehensif guna mendukung Chandra Asri untuk tetap menjadi produsen petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, hingga kuartal pertama 2022 emiten dengan kode saham TPIA ini membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 677,7 juta pada kuartal I-2022 atau naik 13% dari periode yang sama tahun lalu. Selain itu, perseroan membukukan EBITDA US$ 24,1 juta dan dengan rugi bersih setelah pajak US$ 11 juta.

“Kinerja kami selama kuartal pertama tahun 2022 sebagian besar dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina. Ketegangan geopolitik memicu harga minyak mentah melonjak hingga lebih dari US$ 100 per barel, yaitu sekitar 25% lebih tinggi kuartal ke kuartal vs Kuartal IV-2021, dan sekitar 66% lebih tinggi vs Kuartal I-2021. Permintaan yang melemah di Tiongkok karena lockdown Covid-19 juga menyebabkan pengetatan spread petrokimia, terutama untuk polyolefins,” terang Direktur TPIA Suryandi.

Dia menambahkan, perseroan terus mempertahankan neraca yang kuat, dengan liquidity pool sebesar US$ 2,55 miliar yang terdiri dari US$ 1,724 miliar kas dan setara kas US$ 398 juta surat berharga, dan US$ 428 juta fasilitas committed revolving credit yang tersedia. Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung, dan untuk menangkap peluang yang muncul.

Baca juga: Dukung Vaksinasi Covid-19, Chandra Asri (TPIA) Luncurkan Resin Bahan Baku Alat Suntik

TPIA akan terus fokus dalam mewujudkan tiga strategi utamanya, yaitu pertumbuhan transformasional melalui proyek CAP2, keberlanjutan & ESG, dan transformasi digital.

“Kami akan terus mempertahankan disiplin modal dengan kerangka kerja stage-gated untuk proyek CAP 2, seiring dengan progres kami dengan pragmatisme kehati-hatian yang seimbang mengingat volatilitas harga komoditas,” kata Suryandi.

Suryandi mengungkapkan, sebagai apresiasi kepada pemegang saham TPIA atas dukungannya selama ini, manajemen mengusulkan rasio pembayaran dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2021, setara dengan US$ 76 juta.

“Pembayaran dividen final telah disetujui dalam RUPST baru-baru ini dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2022 sebagai dividen tunai sebesar US$ 11 juta setelah memperhitungkan dividen interim US$ 65 juta yang telah dibayarkan sebelumnya pada tahun 2021,” pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN