Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). (Foto: Ist)

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). (Foto: Ist)

IPO Arkora Hydro (ARKO) Oversubscribed 10,89 Kali, Begini Nasib Sahamnya di Listing Perdana

Jumat, 8 Jul 2022 | 09:23 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menggelar pencatatan (listing) perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (8/7/2022).

Dalam perdagangan perdana di pasar sekunder, saham Arkora Hydro dibuka di Rp 300 atau sama dengan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Dalam 15 menit perdagangan, saham Arkora sempat menyentuh di level tertinggi Rp 338 dan terendah Rp 286.

Baca juga: Ngegas, Listing Perdana Saham Cerestar (TRGU) Langsung ARA

Dalam aksi korporasi berupa initial public offering (IPO), ARKO berhasil meraup dana segar dari pasar modal sebanyak Rp 182,67 miliar melalui penerbitan 608.895.000 saham baru.

Advertisement

Investor sangat antusias menyambut saham ARKO. Hal itu terlihat dari tingginya minat selama masa penawaran, sehingga mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 10,89 kali.

Tingginya antusiasme investor tersebut membuat ARKO melakukan penambahan penerbitan saham baru yang berasal dari portepel sebanyak 28.995.000 saham. Sehingga saham yang diterbitkan menjadi 608.895.000 saham, dari rencana semula 579.900.000 saham.

Direktur Utama ARKO, Aldo Artoko mengatakan, perseroan telah menetapkan harga IPO pada Rp 300 per saham dari kisaran awal antara Rp 286 per saham hingga Rp 310 per saham. Jumlah saham perseroan yang ditawarkan itu mewakili 20,79% dari modal ditempatkan dan disetor ARKO setelah IPO saham.

“Kami akan menggunakan dana hasil IPO ini untuk dua keperluan. Pertama, sebesar 63% untuk tambahan investasi pada anak perusahaan yang akan dimaksimalkan guna pengembangan proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT) ke depannya, yaitu 54% di PT Arkora Hydro Sulawesi (AHS), 29% di PT Arkora Energi Baru, dan 17% di PT Arkora Tenaga Matahari,” ungkap Aldo, Jumat (8/7/2022).

Lalu, sisanya sekitar 37% akan digunakan untuk pelunasan kewajiban jangka pendek. Sedangkan, dana yang diperoleh dari kelebihan pemesanan penjatahan terpusat, akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, antara lain rencana pengembangan usaha pembangkit listrik tenaga air, seperti biaya survei pencarian lokasi potensial baru, feasibility study atau studi kelayakan, studi kelistrikan, dan studi-studi lainnya yang berhubungan dengan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga air.

Aldo meyakini, bisnis EBT memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia, bahkan dalam teknologi yang sudah matang seperti hidro, surya, dan angin. Kehadiran hydro sudah kompetitif dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Pemanfaatan potensi EBT masih jauh di bawah 10%.

Aldo mengemukakan, bermodalkan pengalaman di bidang EBT, ARKO berencana mencari peluang akusisi.

“Kami juga aktif mencari proyek hidro berpotensi besar di atas 25 MW,” katanya.

ARKO telah menyelesaikan pembangunan proyek mini hidro Cikopo-2 dengan total biaya US$ 1,65 juta/MW. "Cikopo-2 merupakan pembangkit listrik berkapasitas 7,4 MW yang dimiliki dan dioperasikan oleh ARKO,” ungkap Aldo.

Tidak cuma itu, ARKO juga mengerjakan proyek Tomasa. Pengerjaan proyek Tomasa menelan biaya investasi US$ 1,75 juta/MW. Biaya investasi tersebut di bawah rata-rata industri sebesar US$ 2,2 - 2,5 juta/MW. Proyek Tomasa merupakan pembangkit listrik berkapasitas 10 (2x5) MW.

“Proyek ini milik ARKO melalui anak usahanya, yaitu PT Akora Sulawesi Selatan. Tomasa proyek memasuki tahapan commercial operations date (COD) pada bulan Maret 2020 lalu,” katanya.

Sementara proyek Yaentu di Poso (Sulawesi Tengah) sedang dalam konstruksi. Proyek Yaentu dengan kapasitas 10 (2x5) MW ini dikembangkan oleh PT Arkora Hydro Sulawesi, anak perusahaan tidak langsung milik ARKO.

Baca juga: Samudera Indonesia (SMDR) Suntik Modal Anak Usaha Rp 30 Miliar

“Proyek ini sedang dalam pengerjaan. Hingga Maret 2022, proses pengerjaan proyek telah mencapai 50%. Proyek ini ditargetkan memasuki tahapan COD pada triwulan I 2023. ARKO juga sedang melakukan persiapan tahap konstruksi Proyek Kukusan-2 di Lampung, Sumatera dengan kapasitas 5,4 MW. Proyek PLTA ini ditargetkan beroperasi pada triwulan IV 2024. ARKO terus berkomitmen untuk meningkatkan bauran energi terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga air dalam turut serta berpartisipasi membangunIndonesia,” papar dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com