Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

Laba BRI (BBRI) Naik Tinggi, Prospek Sahamnya Bikin Happy

Jumat, 8 Jul 2022 | 21:10 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI berhasil mencetak laba bersih Rp 19,2 triliun hingga Mei 2022, melesat 107% dibandingkan periode sama tahun lalu atau setara 44% konsensus dan 48% prediksi analis. Keberhasilan ini didukung oleh sinergi perseroan dengan mitra strategis dan tetap menyasar pembiayaan mikro.

“Perolehan laba bersih ditopang oleh sinergi BRI dalam penyaluran kredit mikro. Pencapaian ini sekitar 48% proyeksi Mandiri Sekuritas, dari ekspektasi laba bersih konsolidasi sepanjang 2022,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas dalam ulasannya.

Sementara itu, pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provisioning operating profit/PPOP) BRI tumbuh sebesar 31% (yoy) menjadi Rp 36,6 triliun hingga Mei 2022, didorong oleh margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang lebih kuat, biaya provisi dan opex yang lebih rendah.

Baca juga: Oversubscribed 4,4 Kali, Green Bond BRI (BBRI) Laris Manis Diminati Investor

Advertisement

“Secara bulanan, laba bersih tumbuh 33% berkat NIM yang solid dan pertumbuhan pendapatan non-bunga yang kuat, yang disebabkan oleh pendapatan dividen sebesar Rp 1,5 triliun dari anak perusahaan,” ungkap tim riset Mandiri Sekuritas.

Laporan Mandiri Sekuritas tersebut juga menyebutkan, pertumbuhan pinjaman BRI hingga Mei 2022 tercatat sebesar 10% secara bulanan maupun tahunan, serta pertumbuhan simpanan sebesar 7% secara tahunan dan minus 2% secara bulanan. Basis dana pihak ketiga (CASA) tumbuh 17% (yoy) dan minus 1% (mom), mendorong rasio CASA naik menjadi 65,3% pada Mei 2022 dibanding 64,7% pada April 2022. Demikian pula, rasio kecukupan modal (LDR) naik menjadi 88,4% pada Mei 2022 dibanding 87,1% pada April 2022.

“NIM meningkat menjadi 7,4% di Mei 2022 dibanding periode sama tahun lalu 6,8%. Peningkatan tersebut didorong oleh pemulihan imbal hasil aset dan penghematan biaya dana. Secara bulanan, NIM melonjak menjadi 8,5% di Mei 2022 dari 7,7% pada April 2022 karena alasan yang sama,” sebut tim riset Mandiri Sekuritas.

Adapun rasio biaya terhadap pendapatan menjadi 37,8% pada Mei 2022 dibandingkan periode sama tahun lalu 45%. Demikian pula secara bulanan, CIR menjadi 38,5% pada periode Mei 2022 dari 39% pada April 2022. Adapun beban provisi turun 17% (yoy) menjadi Rp 13,1 triliun pada Mei 2022, menurunkan biaya kredit menjadi 3,2% untuk periode ini dari periode yang sama tahun lalu 4,2%, sedikit di atas pedoman manajemen yang lebih tinggi sekitar 2,8%-3%.

Baca juga: Ditanya Laba Semester I, Begini Kata Dirut BRI (BBRI) Sunarso

“Kami menyoroti bahwa biaya kredit saat ini sedang dihitung ulang untuk 2022. Terakhir, pencadangan total pinjaman naik tipis menjadi 8,9% pada Mei 2022 dari posisi April 2022 yakni 8,8%. Kami mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.300. BBRI saat ini diperdagangkan pada 2,2 kali P/BV 2022,” ungkap tim riset Mandiri Sekuritas.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (8/7/2022), BBRI ditutup menguat Rp 150 (3,7%) ke level Rp 4.200. Dengan demikian, BBRI masih berpotensi mencetak gain sebesar 26,2%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com